Kab. Bogor

Ketua PKK Kabupaten Bogor : Jangan Lagi Ada Kasus Gizi Buruk dan Stunting

BOGOR-KITA.com, LEUWILIANG – Ketua  Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Hj. Halimatu Sadiah Iwan mengatakan bahwa stunting dan gizi buruk harus menjadi perhatian para Kader PKK baik di tingkat Kecamatan sampai Desa, maka para kader harus sering turun ke lapangan agar tidak ada lagi kasus di Kabupaten Bogor.

“Saya minta kepada para kader PKK untuk sering turun baik mengecek pelayanan posyandu maupun bila ada yang terkena gizi buruk harus sering dikunjungi dengan berkolaborasi dengan Puskesmas,” katanya saat melihat kondisi bayi gizi buruk asal kecamatan Nanggung di RSUD Leuwiliang, pada Kamis (5/11/2020).

Pada kesempatan itu, Ketua PKK juga meminta agar penanganan kasus gizi buruk tidak boleh lamban. Harus responsif dan tepat. “Saya mohon dibantu pengobatan

bila ada kasus gizi buruk, sehingga tidak ada lagi kasus gizi buruk di Kabupaten Bogor” harapnya.

Stunting dapat menghambat perkembangan otak anak. Oleh karenanya, penanganan kasus stunting harus dilakukan secara cepat dan tepat.

“Stunting itu bukan saja terkait dengan tinggi badan, bukan saja terkait dengan kekurangan gizi, tetapi juga bagaimana perkembangan otaknya,” ucapnya.

Baca juga  Tidak Ada Desa Fiktif di Kabupaten Bogor, 416 Desa Terdaftar di Kemendagri

“Mudah-mudahan bisa terus didorong supaya mereka bisa betul-betul bisa terlepas dari gizi buruk dan stunting ini,” kata Halimatu. [] Hari/Diskominfo Kabupaten Bogor

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top