Ketua FPJKP Kritik Jarak Besi Proyek Betonisasi Jalan Pamoyanan

Betonisasi Jalan Pamoyanan

BOGOR-KITA.com – Ketua Forum Pemerhati Jasa Kontruksi dan Pembangunan (FPJKP) M. Thoriq Nasution mengkritik pembangunan proyek betonisasi Jalan Pamoyanan Kota Bogor. Kritik itu terutama terkait pemasangan besi sebagai tulang beton yang jaraknya berbeda satu dengan yang lain.

“Besi pada betonisasi berfungsi sebagai penghubung antara beton sisi kiri dengan sisi kanan. Jarak besi yang berbeda, dari segi struktur tidak terlalu berpengaruh, akan tetapi ketentuan jarak tidak boleh menyimpang dari spesifikasi gambar kerja. Jika menyimpang dari spesifikasi akan mengurangi kualitas dari beton itu sendiri. Apabila terjadi penyimpangan tersebut maka jelas ada unsur pelanggaran," ucapnya di Bogor, Sabtu (29/8/2015).

Thoriq menambahkan, jarak antara besi satu dengan lainnya harus sama rata. Ia mencontohkan, jika jarak antara besi itu 1 meter, maka harus sama rata yaitu 1 meter.

Selain itu, semua pekerjaan betonisasi harus berstandar AASHTO T 11-90, yang diadopsi menjadi SNI 03-1974-1990 melalui metode pengujian tekan beton. Standarisasi ini sebagai syarat mutlak yang harus diterapkan pada semua pekerjaan betonisasi. "Ini juga yang patut dipertanyakan karena jadi syarat mutlak," kata dia.

Menurutnya, masih ada metode pengujian tambahan lainnya seperti uji laboratorium. "Sebelum dan sesudah beton itu digunakan harus ada sampel laboratorium. Nah ini biasanya sering diabaikan oleh banyak pengawas maupun pemborong," ungkapnya.

Dari pantauan di lapangan betonisasi jalan sepanjang 400 meter itu memiliki jarak bervariasi mulai dari 60 sentimeter hingga 5 meter, bahkan ada yang berjar sekitar 10 meter. Bukan hanya itu, meski proyek betonisasi masih dalam tahap pengerjaan, tetapi kondisi beton ditemukan sudah retak di sejumlah titik. [] Boy

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *