Ilustrasi/Ist

Kandidat Vaksin Covid-19 Buatan Cina Sudah Dipakai untuk Kalangan Militer

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Cina melakukan lompatan besar dalam pengembangan vaksin untuk meredam virus corona (Covid-19) dengan telah menggunakan kandidat vaksin tersebut untuk kalangan militer.

Pemerintah Cina, Senin (29/9/2020), telah memberi lampu hijau penggunaan kandidat vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh unit penelitiannya dan CanSino Biologics. Vaksin tersebut telah melalui uji klinis terbatas dan membuktikan bahwa aman dan menunjukkan beberapa kemanjuran.

Seperti dikutip cbc.ca, vaksin yang diberi nama Ad5-nCoV adalah salah satu dari delapan kandidat vaksin Cina yang disetujui untuk uji coba manusia di dalam dan di luar negeri untuk penyakit pernapasan yang disebabkan oleh coronavirus baru.

Pengujian Ad5-nCoV terhadap manusia juga telah mendapat persetujuan di Kanada yang dikerjakan oleh CanSino Biologics.

Komisi Militer Pusat Cina menyetujui penggunaan vaksin oleh militer pada Kamis (25 Juni 2020) untuk jangka waktu satu tahun. Kandidat vaksin dikembangkan bersama oleh CanSino dan sebuah lembaga penelitian di Akademi Ilmu Militer Cina itu diperkirakan akan cepat mendapatan data sejauh mana tingkat keampuhannya terhadap Covid-19.

“Ad5-nCoV saat ini terbatas pada penggunaan militer saja dan penggunaannya tidak dapat diperluas ke kisaran vaksinasi yang lebih luas tanpa persetujuan dari departemen dukungan logistik,” kata pihak CanSino.

Pihak CanSino menolak untuk mengungkapkan, apakah inokulasi kandidat vaksin itu wajib atau opsional.

Sementara persetujuan pihak militer tersebut mengikuti keputusan Cina awal bulan Juni 2020 untuk menawarkan dua kandidat vaksin lain kepada karyawan di perusahaan-perusahaan milik negara yang bepergian ke luar negeri.

Uji klinis Fase 1 dan 2 dari kandidat vaksin CanSino menunjukkan bahwa ia memiliki potensi untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh coronavirus, yang telah membunuh lebih dari 500.000 orang di seluruh dunia.

Tetapi keberhasilan tersebut belum bisa digunakan untuk komersial. Pasalnya, fase 3 dengan menguji kemanjuran dan keamanan vaksin pada ribuan orang, masih harus diselesaikan. Langkah ini biasanya dianggap paling penting untuk persetujuan penyebaran luas.[] Anto



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *