BPJS Ketenagakerjaan Dan Jamdatun Perkuat Penegakan Kepatuhan, Pastikan Hak Pekerja Atas Jaminan Sosial Terpenuhi
BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat langkah untuk memastikan setiap pekerja Indonesia memperoleh haknya atas perlindungan ketenagakerjaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penandatanganan Perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara () Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Perpanjangan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kepatuhan pemberi kerja, mendukung penyelesaian permasalahan hukum, serta mengoptimalkan pemulihan piutang iuran guna memastikan semakin banyak pekerja memperoleh haknya atas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyampaikan apresiasi kepada JAMDATUN beserta seluruh jajaran Kejaksaan Republik Indonesia atas sinergi yang selama ini telah terjalin dalam mendukung penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Menurutnya, amanat yang diemban BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan kepada pekerja Indonesia, tetapi juga memastikan dana amanah peserta dikelola secara prudent, profesional, dan akuntabel. Untuk menjalankan amanah tersebut, BPJS Ketenagakerjaan membutuhkan dukungan berbagai pihak, khususnya JAMDATUN sebagai mitra strategis dalam memperkuat aspek hukum dan tata kelola organisasi.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dari banyak pihak, khususnya dukungan dari JAMDATUN sebagai mitra strategis dalam bagaimana kami menjalankan amanah ini, khususnya penguatan di aspek hukum dan tata kelola organisasi,” ujar Saiful.
Saiful menjelaskan, sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan JAMDATUN selama ini telah memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kepatuhan pemberi kerja. Sepanjang tahun 2025, lebih dari 20 ribu Surat Kuasa Khusus (SKK) nonlitigasi diserahkan kepada Jaksa Pengacara Negara. Upaya tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya kepatuhan lebih dari 10 ribu badan usaha serta pemulihan iuran sebesar Rp495,15 miliar.
Selain itu, penguatan kepatuhan juga dilakukan melalui Forum Kepatuhan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Hingga April 2026 telah terbentuk 71 forum yang terdiri atas 16 forum tingkat provinsi dan 55 forum tingkat kabupaten/kota. Forum tersebut menjadi wadah koordinasi antara Kejaksaan, pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, serta para pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi permasalahan, memperkuat pengawasan, dan mendorong peningkatan kepatuhan pemberi kerja secara berkelanjutan.
“Kami juga berharap kerja sama yang telah berjalan melalui 71 Forum Kepatuhan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat terus diperkuat sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh para pekerja Indonesia,” tambah Saiful. Sementara itu, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAMDATUN) Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Narendra Jatna mengatakan perpanjangan kerja sama tersebut merupakan wujud komitmen kedua institusi untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kolaborasi antara Kejaksaan Republik Indonesia dan BPJS Ketenagakerjaan harus terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Narendra. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran BPJS Ketenagakerjaan atas komitmen dan sinergi yang telah terjalin selama ini serta mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kejaksaan Republik Indonesia dalam mendukung pelaksanaan tugas BPJS Ketenagakerjaan.
Melalui perpanjangan PKS ini, BPJS Ketenagakerjaan dan JAMDATUN berkomitmen memperkuat sinergi hingga ke tingkat daerah, mengoptimalkan penegakan kepatuhan dan penyelesaian piutang iuran, serta memperkuat implementasi Forum Kepatuhan sebagai bagian dari upaya mempercepat terwujudnya Universal Coverage Jamsostek. “Perpanjangan perjanjian kerja sama ini merupakan langkah untuk melanjutkan sinergi yang telah terbangun, sehingga apa yang kita lakukan bersama dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi para pekerja Indonesia dan keluarganya,” tutup Saiful.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Kota, Bayu Marwanto, menyambut baik perpanjangan Perjanjian Kerja Sama antara BPJS Ketenagakerjaan dan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAMDATUN) Kejaksaan Agung RI sebagai langkah strategis dalam memperkuat kepatuhan pemberi kerja terhadap kewajiban penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan setiap pekerja memperoleh haknya atas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Sinergi ini tidak hanya memperkuat aspek penegakan hukum dan kepatuhan pemberi kerja, tetapi juga memberikan kepastian bahwa hak-hak pekerja dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Bayu.
Menurutnya, kerja sama tersebut juga menjadi penguatan bagi upaya BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Kota dalam meningkatkan kepatuhan badan usaha di wilayah Kota Bogor melalui pendekatan yang mengedepankan edukasi, pembinaan, dan penegakan hukum secara proporsional bersama para pemangku kepentingan.
“Kami di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Kota akan terus bersinergi dengan Kejaksaan, Pemerintah Kota Bogor, serta seluruh stakeholder untuk mendorong kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan pekerjanya dan membayarkan iuran secara tertib. Dengan semakin meningkatnya kepatuhan, maka semakin banyak pekerja yang terlindungi dan dapat merasakan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan ketika menghadapi risiko kerja maupun risiko sosial lainnya,” jelas Bayu.
Ia menambahkan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan hak dasar setiap pekerja sekaligus investasi bagi keberlangsungan dunia usaha. Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh pemberi kerja untuk memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku demi menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adil, produktif, dan berkelanjutan di Kota Bogor.
“Kami berharap sinergi yang semakin kuat antara BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan dapat menjadi pendorong percepatan Universal Coverage Jamsostek, sehingga semakin banyak pekerja di Kota Bogor yang memperoleh perlindungan menyeluruh dan semakin terlindungi dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya,” tutup Bayu.
