Enam Sorti Water Bombing Dikerahkan Padamkan Kebakaran TPA Galuga
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Upaya pemadaman kebakaran lahan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, terus dilakukan secara terpadu. Selain melalui jalur darat, TNI Angkatan Udara mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing guna membantu memadamkan titik api.
Komandan Lanud (Danlanud) Atang Sendjaja, Marsma TNI A.F. Picaulima, mengatakan dukungan pemadaman dari udara dilakukan setelah pihaknya menerima koordinasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor pada Senin (7/9/2026) malam.
“Tadi malam kami sudah dihubungi oleh pihak Kabupaten Bogor untuk ikut membantu penyelesaian permasalahan kebakaran di lahan sekitar Galuga ini,” ujar Picaulima, Selasa.
Menurutnya, setelah menerima koordinasi tersebut, pihak Lanud Atang Sendjaja menyiapkan pelaksanaan pemadaman melalui udara dan kemudian mengerahkan helikopter ke lokasi.
Hingga Selasa (8/9/2026), helikopter telah melakukan enam sorti water bombing. Dalam setiap penyiraman, helikopter menggunakan Bambi Bucket dengan kapasitas sekitar 2.950 liter air.
“Jadi dalam satu kali penyiraman hampir tiga ton air dicurahkan ke lokasi,” katanya.
Picaulima menilai pemadaman dari udara membantu menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani secara langsung melalui jalur darat.
Ia mengatakan, kondisi api mulai mengecil setelah dilakukan penyiraman dari udara. Penanganan kebakaran juga dilakukan melalui koordinasi antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Kota Bogor.
“Seperti yang bisa dilihat, api perlahan-lahan semakin mengecil. Saya yakin, dengan kerja sama antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Kota Bogor, kita dapat menyelesaikan penanganan kebakaran ini. Mudah-mudahan hari ini harapan kita bisa berhasil,” ujarnya.
Picaulima menambahkan, water bombing merupakan salah satu metode yang digunakan TNI dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
“Hal yang sama hari ini juga kami laksanakan di beberapa titik di luar Pulau Jawa, seperti penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Semuanya menggunakan sistem yang sama,” pungkasnya.[] Hari
