Kota Bogor

Bantu Korban Bencana NTT, IPB University Kirim 6.350 Nasi Steril Instan dan Mesin Penjernih Air

BOGOR-KITA.com, BOGOR – IPB University kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Sebanyak 6.350 nasi steril instan siap makan hingga mesin penjernih air dikirimkan untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut dilepas langsung Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet dari Science Techno Park (STP) IPB Taman Kencana, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (8/9/2026).

Alim mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai komponen di lingkungan IPB University, termasuk alumni dan masyarakat seperti Aksi Relawan Mandiri (ARM), BEM SE IPB, LP2AI dan Yayasan Satu Umat Alumni SMAN 70 Jakarta.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat pada masa tanggap darurat, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melepas bantuan sebanyak 6.350 nasi steril instan siap makan. Ini hasil inovasi Pak Dr. Cahyo Budiman, dosen IPB,” kata Alim.

Selain bantuan pangan, IPB University turut mengirimkan mesin penjernih air dan perangkat reverse osmosis. Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak bencana memperoleh akses air bersih dan air minum secara berkelanjutan.

Baca juga  Pizza Terbaik dan Paling 'Worth It' di Kota Bogor: Pilihan yang Tak Boleh Dilewatkan!

Alim menegaskan, kepedulian IPB terhadap masyarakat terdampak bencana tidak akan berhenti pada fase tanggap darurat.

“Tentu kita tidak hanya berhenti pada bantuan yang bersifat tanggap darurat, tapi kita juga berkomitmen untuk pemulihan jangka panjang jika dibutuhkan,” ujarnya.

Pemulihan tersebut, lanjut Alim, dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan kembali ketahanan pangan, ketahanan air hingga pemulihan lingkungan di wilayah terdampak.

Sementara itu, Ketua Umum Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni (ARM HA) IPB Ahmad Husein mengatakan kolaborasi antara IPB University dan alumni menjadi salah satu kekuatan dalam merespons bencana.

ARM HA IPB memiliki jaringan alumni dan relawan di berbagai daerah di Indonesia. Jaringan tersebut dinilai memudahkan proses penyaluran bantuan karena relawan dapat bergerak lebih cepat di lapangan.

“Yang kami cukup banggakan dan syukuri adalah bahwa dukungan dari IPB University, dalam hal ini Pak Rektor dan jajarannya terhadap ARM. Kami memang diberi amanah karena memang mungkin salah satu kelebihan kami adalah kami punya jaringan alumni di setiap daerah di Indonesia,” kata Ahmad.

Baca juga  DPD PAN Kota Bogor Lantik 6 Ketua DPC, Siapkan Strategi Hadapi Pemilu 2029

Menurutnya, keberadaan jaringan tersebut membuat respons terhadap bencana dapat dilakukan dengan lebih cepat, terutama ketika bantuan harus menjangkau wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan atau sulit dijangkau.

“Biasanya jaringan alumni akan lebih cepat bergerak. Dan dia lebih bisa mengabaikan birokrasi, karena kan di lapangan,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan, pola kolaborasi yang selama ini dibangun yakni IPB University memberikan dukungan, sementara ARM HA IPB mengoptimalkan jaringan relawan untuk bergerak langsung di lokasi bencana.

Kolaborasi serupa sebelumnya dilakukan saat bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Sumatra. ARM HA IPB menerima dukungan dari IPB University yang kemudian digunakan untuk membantu masyarakat di Aceh Tamiang dan Aceh Timur.

“Sebagai contoh untuk yang banjir Sumatra yang di awal tahun, kami menerima dari IPB itu Rp130 juta dua tahap. Itu sangat membantu untuk membantu masyarakat kita yang di daerah,” katanya.

Baca juga  DP3A Kota Bogor Dorong Lulusan SKB IPB University Jadi Fasilitator Keluarga

Ahmad menyebut ARM HA IPB memang berupaya menjangkau wilayah-wilayah yang relatif jauh dari akses bantuan. Karena itu, dukungan almamater menjadi penting untuk memperkuat mobilitas relawan sekaligus distribusi bantuan.

Ia berharap sinergi antara IPB University dan jaringan alumninya dapat terus dipertahankan dan dikembangkan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

“Kami tahu IPB dan alumni sebenarnya saling dukung, saling bantu,” ujarnya.

Menurut Ahmad, ARM HA IPB memiliki tiga tugas utama, yakni membantu masyarakat, membantu alumni, serta memberikan dukungan kepada almamater.

“Jadi itu nggak bisa dilepas dari dulu sampai kapan pun. Itu yang kami harapkan bisa terus berlanjut,” katanya.

Untuk bantuan yang diberangkatkan ke NTT, Ahmad memastikan proses distribusi akan dilakukan melalui jalur darat. Dengan berat bantuan nasi steril instan yang mencapai sekitar 1,27 ton, pengiriman ditargetkan tiba di lokasi maksimal dalam waktu satu pekan.

“Karena ini 6.350 itu 1,27 ton. Untungnya lewat darat, adi kita sudah komit insyaAllah maksimal seminggu akan sampai di lokasi,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top