BOGOR-KITA.com  -  Rusaknya infrastruktur jalan menuju kawasan Wisata Bumi Perkemahan Gunung Bunder, di Desa Gunung Bunder 2, Kecamatan Pamijahan, dikeluhkan warga dan juga wisatawan. Hotma (35), warga Kebon Nanas, Kota Tangerang yang datang bersama istri dan anaknya menggunakan motor, mengaku kecewa dan kesal lantaran jalan menuju ke Wisata Gunung Bunder rusak parah. “Bayarnya saja yang mahal, Rp20 ribu untuk satu motor,  tapi jalannya tak diperbaiki. Gimana sih pemerintahnya. Jangan-jangan uangnya lenyap karena hanya jadi pungutan liar di tingat petugas,” katanya khas orang kecewa kepada PAKAR di Buper Bedeng, Gunung Bunder 2, Minggu (12/10).

Seharusnya, katanya setelah menumpahkan unek-uneknya, Pemkab Bogor lebih memperhatikan hal-hal kecil, karena bagaimana pun obyek wisata ini tidak saja bisa menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD), tapi juga menyokong perekonomian masyarakat sekitar.

“Saya sangat menyayangkan saja pemkab seperti meremehkan persoalan. Jujur saja, saya kapok datang lagi ke sini kalau jalannya masih rusak. Sudah tiketnya mahal, motor saya juga bisa rusak,” ungkapnya Hotma.

Bukan hanya wisatawan, warga juga kesal dengan jalan yang dibiarkan rusak. “Kami bahkan malu, sebab Gunung Bunder sudah terkenal hingga ke pelosok Jabodetabek,” katanya.

Pantauan PAKAR, jalan yang rusak hampir menyeluruh mulai dari Desa Cikampak, Kecamatan Ciampea hingga Kampung Seglok, Desa Ciampea Udik. Di lajur sejauh 6 kilometer ini kerusakan hanya berupa lubang kecil dan sedang. Dari Segog menuju Desa Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya sepanjang 4 kilometer, kerusakan tampak parah. Sedang dari Desa Tapos 1 menuju lokasi wisata Gunung Bunder, dengan jaran tempuh 3,5 kilometer, ruas jalan juga mengalami rusak parah dengan batu-batuan tajam. Begitu juga dari gerbang obyek wisata Gunung Bunder hingga Buper Bedeng sejauh 2 kilometer, sepanjang jalan mengalami kerusakan berat.

Agus Sukwono, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan wilayah Ciampea, saat dihubungi PAKAR melalui sambungan telepon berjanji, dalam waktu seminggu lagi pekerjaan perawatan jalan yang rusak menuju wisata Gunung Bunder akan rampung. "Saya jamin pasti seminggu lagi akan beres," sebutnya.Ade Sarip Hidayat

Jalan ke Gunung Bunder Rusak Parah, Warga Kesal dan Malu

BOGOR-KITA.com  –  Rusaknya infrastruktur jalan menuju kawasan Wisata Bumi Perkemahan Gunung Bunder, di Desa Gunung Bunder 2, Kecamatan Pamijahan, dikeluhkan warga dan juga wisatawan. Hotma (35), warga Kebon Nanas, Kota Tangerang yang datang bersama istri dan anaknya menggunakan motor, mengaku kecewa dan kesal lantaran jalan menuju ke Wisata Gunung Bunder rusak parah. “Bayarnya saja yang mahal, Rp20 ribu untuk satu motor,  tapi jalannya tak diperbaiki. Gimana sih pemerintahnya. Jangan-jangan uangnya lenyap karena hanya jadi pungutan liar di tingat petugas,” katanya khas orang kecewa kepada PAKAR di Buper Bedeng, Gunung Bunder 2, Minggu (12/10).

Seharusnya, katanya setelah menumpahkan unek-uneknya, Pemkab Bogor lebih memperhatikan hal-hal kecil, karena bagaimana pun obyek wisata ini tidak saja bisa menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD), tapi juga menyokong perekonomian masyarakat sekitar.

“Saya sangat menyayangkan saja pemkab seperti meremehkan persoalan. Jujur saja, saya kapok datang lagi ke sini kalau jalannya masih rusak. Sudah tiketnya mahal, motor saya juga bisa rusak,” ungkapnya Hotma.

Bukan hanya wisatawan, warga juga kesal dengan jalan yang dibiarkan rusak. “Kami bahkan malu, sebab Gunung Bunder sudah terkenal hingga ke pelosok Jabodetabek,” katanya.

Pantauan PAKAR, jalan yang rusak hampir menyeluruh mulai dari Desa Cikampak, Kecamatan Ciampea hingga Kampung Seglok, Desa Ciampea Udik. Di lajur sejauh 6 kilometer ini kerusakan hanya berupa lubang kecil dan sedang. Dari Segog menuju Desa Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya sepanjang 4 kilometer, kerusakan tampak parah. Sedang dari Desa Tapos 1 menuju lokasi wisata Gunung Bunder, dengan jaran tempuh 3,5 kilometer, ruas jalan juga mengalami rusak parah dengan batu-batuan tajam. Begitu juga dari gerbang obyek wisata Gunung Bunder hingga Buper Bedeng sejauh 2 kilometer, sepanjang jalan mengalami kerusakan berat.

Agus Sukwono, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan wilayah Ciampea, saat dihubungi PAKAR melalui sambungan telepon berjanji, dalam waktu seminggu lagi pekerjaan perawatan jalan yang rusak menuju wisata Gunung Bunder akan rampung. "Saya jamin pasti seminggu lagi akan beres," sebutnya.Ade Sarip Hidayat



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *