Kota Bogor

Disparbud Kota Bogor Sosialisasi Sertifikasi CHSE kepada Hotel dan Restoran

Sosialisasi CHSE

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor menggelar Sosialisasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment) / (Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan) untuk sektor hotel dan restoran.

Program Sertifikasi CHSE ini adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, usaha/fasilitas lain terkait, lingkungan masyarakat, dan destinasi pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Sertifikasi CHSE berfungsi sebagai jaminan kepada wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan yang digelar di Hotel Salak Padjadjaran, Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Jumat (13/11/2020) ini dibuka oleh Wali Kota Bogor Bima Arya dan dihadiri oleh Kepala Disparbud Kota Bogor Atep Budiman serta Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay.

Kepala Disparbud Kota Bogor Atep Budiman mengatakan, sosialisasi CHSE ini merupakan bagian dari hibah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Banyak catatan penting yang kami catat dalam proses diskusi yang kemudian menjadi bahan kami ke depan. Keberadaan Dinas Pariwisata bersama-sama dengan pelaku usaha di sektor ini untuk meningkatkan kembali kualitas sinergi kita, baik dalam konteks perizinan, bersama-sama membawa pariwisata di Kota Bogor ini menjadi lebih baik lagi,” kata Atep.

Baca juga  Mahasiswa IPB Donasi Buku untuk TBM Lentera Pustaka Bogor

Pandemi covid-19, lanjut Atep, membuat sektor hotel dan pariwisata merasakan dampaknya.

“Alhamdulillah perhatian pemerintah pusat maupun kota sangat besar. Mudah-mudahan ke depan perhatian seperti ini tidak hanya saat pandemi saja. Sertifikasi nantinya untuk menegaskan bahwa Kota Bogor siap siap menerima kunjungan para tamu wisatawan, untuk kegiatan wisata, MICE dan lain sebagainya dengan aspek memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Promosi Pariwisata Disparbud Kota Bogor Nina Nurul Fitriani mengatakan, kegiatan sosialisasi CHSE ini diikuti oleh 40 manajer hotel dan restoran.

“Acara sosialisasi ini hanya satu hari, namun untuk bimbingan teknis (bimtek) nanti berkelanjutan tiga hari tetapi di berbagai bidang seperti ekonomi kreatif, kebudayaan, kesenian kebudayaan hotel dan restoran,” ucap Nina kepada wartawan.

Baca juga  Berikut Pemenang Pada Pilkades 6 Desa di Kecamatan Ciawi

Nina menjelaskan, di kegiatan sosialisasi ini juga dijelaskan mengenai proses pengajuan sertifikasi dan proses auditnya, dengan harapan semua hotel dan restoran bisa melaksanakan sertifikasi CHSE secara mandiri.

“Sertifikasi CHSE ini untuk meningkatkan nilai jual serta meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk tetap berwisata di Kota Bogor. Jadi tujuan akhirnya tetap di peningkatan kesejahteraan di hotel dan restoran itu sendiri,” jelasnya.

Selain itu, tambah Nina, sertifikat CHSE ini fungsinya untuk meningkatkan daya jual dari hotel dan restoran itu sendiri.

“Ketika mereka (hotel dan restoran) sudah mempunyai sertifikat itu, mereka bisa menyampaikan kepada customer bahwa mereka sudah lulus sertifikasi, sehingga wisatawan ketika mau menginap di hotel dan berkunjung ke restoran pun sudah terjamin segi kebersihan, jadi keamanan dan kenyamanan mereka pun sudah terjamin,” tandasnya.

Baca juga  IPB Siapkan Kurikulum Memperkuat Growth Mindset, Kuota Mahasiswa Baru 4.250 Kursi

Sementara, anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PPP Rizal Utami mendukung program ini. Ia menilai, bahwa Kota Bogor sebagai kota jasa dan perdagangan tidak bisa dipungkiri bahwa pajak hotel dan restoran menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD), sehingga, sertifikasi CHSE bermanfaat untuk menarik wisatawan dan meningkatkan daya saing hotel dan restoran.

“Saya sangat mendukung program dari Disparbud ini. Mudah mudahan covid-19 ini cepat berlalu, sehingga  kunjungan pariwisata tidak terlalu anjlok dan kunjungan wisata lokal maupun luar negeri bisa masuk ke Kota Bogor. Hal itu tentu dibarengi dengan kesiapan kesehatan dan protokol kesehatan, kebersihan lingkungan juga kenyamanan pengunjung dan kesiapan dari para pegawai dan SDM yang ada di hotel dan restoran itu,” tandasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top