Pendidikan

Dekan FISIB Unpak Bicara Strategi Pembelajaran di Era New Normal

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Pada masa pandemi, institusi pendidikan dipaksa mengubah metode pembelajaran dari metode tatap muka yang konvensional menjadi metode virtual. Ada dua hal yang bisa dievaluasi dari perubahan ini. Yakni literasi teknologi dari SDM pengajar dan peserta didik yang belum sepenuhnya siap. Meski demikian dalam era ini mereka dituntut adaptif maupun inovatif.

Hal itu dikemukakan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan Bogor Dr Agnes Setyowati pada dialog yang disiarkan Radio Tegar Beriman (Teman) 95,3 FM Rabu (1/7/2020).

“Jujur ini memang tidak mudah sehingga yang terjadi adalah beragamnya metode pembelajaran yang kerap membingungkan para peserta didik,” kata Agnes.

Saat ini, lanjut Agnes, tantangan terbesarnya adalah kualitas SDM pengajar dan peserta didik yang harus adaptif dan inovatif, dan memiliki literasi teknologi yang memadai. “Sebetulnya tidak semua, ada juga tenaga pengajar yang sudah menguasai teknologi informasi, demikian juga dengan para peserta didik,” terangnya.

Kemudian kedua, tambah Agnes, metode pembelajaran virtual yang efektif ini belum terbentuk secara sempurna. “Kami terus mendisain metode pembelajaran virtual yang efektif untuk mencetak SDM yang berkualitas. Kita juga ditantang untuk menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi yang sesuai saat ini,” katanya.

Baca juga  Rayhand Renarand Terpilih Menjadi Anggota Paskibraka Nasional

“Idealnya, institusi pendidikan harus tetap menyelenggarakan kegiatan pendidikan dengan baik hanya saja dengan media yang berbeda dari konvensional ke virtual. Bahkan sekarang perlu ada strategi khusus dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar, jadi strategi pembelajaran daring ini selain harus mempersiapkan platform virtual atau e-learning yang mudah diakses baik oleh pengajar maupun peserta didik,” jelas Agnes.

Lebih lanjut Agnes mengatakan, ada komponen-komponen penting yang harus ada di dalam pembelajaran tersebut, baik dari sisi materi, bahan ajar dapat disajikan kepada peserta didik dengan baik dalam bentuk yang menyesuaikan dengan platform e-learning nya, misalnya ada video, dan lain-lain. Juga tentunya ada forum diskusi juga dalam proses pembelajaran karena itu adalah bagian penting dari proses belajar mengajar.

“Unsur kolaboratif dan interaktif antara pengajar dan peserta didik harus ada agar kegiatan belajar mengajar tidak berjalan satu arah. Dengan kata lain paradigma Student Centered Learning tetap diterapkan dalam kelas daring,” kata Agnes. 

Kembali Agnes menjelaskan, apabila pada keadaan new normal institusi pendidikan akan dibuka kembali maka ilustrasinya di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan Bogor, kami akan menyiapkan langkah-langkah seperti menyiapkan e-learning sebagai metode alternatif dan tentunya mengkombinasikan metode pembelajaran tatap muka dengan virtual.

Baca juga  Ketua DPRD Kabupaten Bogor: Masuk New Normal, Tunggu Saat Tepat

“Yang paling penting adalah menyiapkan sarana untuk memenuhi protokol kesehatan. Kemudian memprioritaskan mahasiswa-mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir, perlu menggunakan fasilitas laboratorium dan perpustakaan. Kini kita masih menunggu kebijakan dari atas bagaimanapun kesehatan dan keselamatan tetap yang utama,” tandasnya.

Menutup perbincangan, Agnes menyerukan, semoga pendidikan di Indonesia bisa berjalan dengan adaptasi dan inovasi di era new normal. Tentunya disiplin pada protokol kesehatan menjadi kunci bisa aman dan nyamannya proses belajar mengajar di fase new normal. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top