Kerjasama Internasional IPB University dan Monash University Selenggarakan Kuliah dengan Cara Baru Selama Pandemi

IPB University Gandeng Monash University Selenggarakan Joint Lecture Series

BOGOR-KITA.com, BOGOR – IPB University terus berkomitmen untuk melaksanakan kebijakan pemerintah terkait dengan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. Salah satu wujud implementasinya adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat mengikuti perkuliahan-perkuliahan yang menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan kerjasama antar perguruan tinggi. Tapak penting yang dilakukan IPB University adalah bekerjasama dengan Monash University, Australia mengadakan kuliah series (Joint Lecture Series) yang diresmikan pada Rabu (1/7/2020).

Event ini merupakan yang pertama mencakup kerjasama pemberian materi kuliah antar dua Perguruan Tinggi (PT) dari dua negara berbeda secara berkelanjutan dalam satu kurun waktu.

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menyampaikan, “Sebuah kehormatan, karena saya diizinkan membuka kerjasama antara IPB University dan Monash University. Kerjasama ini merupakan role model untuk perguruan tinggi lain,” ujar Mendikbud.

“Menanggapi penyebaran COVID-19 yang saat ini masih terus berlangsung, maka ini dapat menjadi tantangan bagi kita untuk tetap menjalankan pendidikan yang tetap harus berlangsung, dalam peribahasa kita biasanya mengatakan rawe-rawe rantas malang-malang putung, dimana kita akan memusnahkan atau memotong semua yang menghalangi jalan kita sehingga tidak bisa melewatinya, bukan masalah bagaimanapun kita akan menghadapi semua situasi ini,” ungkapnya yang diakhiri dengan pesan “Stay healthy, Stay strong, and Stay educated”.

Baca juga  Bima Hadiri Peringatan Dies Natalis Unpak ke-35

“Saya senang dapat menjadi bagian dari Joint Lecture Series ini sebagai jalan yang baik untuk melanjutkan kerjasama dengan Indonesia,” terang Prof Margaret Gardner, AC – President and Vice Chancellor, Monash University, Australia.

Prof Margaret Gardener menjelaskan dalam pemaparannya mengenai Monash University yang didirikan pada 1958 sebagai universitas terbesar di Australia dengan kehadiran tiga benua dan saat ini telah memiliki 100 lebih kerjasama dengan universitas-universitas di dunia. “Monash University melanjutkan untuk ikut serta dalam kerjasama kolaborasi berbasis online, seperti kuliah online, rapat-rapat virtual, dan platform online,” tambahnya.

IPB University dan Monash University merupakan dua institusi berkualitas tinggi yang sama-sama merupakan anggota pendiri Australian Indonesia Centre (AIC) untuk terus terhubung dan berbagi pengetahuan meskipun ada pembatasan karena COVID-19.

Adapun tujuan dari Joint Lecture Series diantaranya adalah untuk berbagi serta mempromosikan pemikiran terfokus pada isu-isu yang mencakup teknologi, inklusi, rantai pasokan dan lingkungan. Perkuliahan dapat diikuti oleh mahasiswa kedua negara yang tentunya tidak terbatas pada mahasiswa IPB dan Monash University, tetapi juga seluruh mahasiswa di kedua negara.

Baca juga  Mendikbud Tegaskan Pelajaran Agama Tak Dilebur

Dalam jangka panjang kesuksesan pelaksanaan Joint Lecture Series dapat dijadikan contoh proses credit earning yang diakui oleh kedua Institusi.  Perkuliahan dilaksanakan setiap Kamis pukul 13.30-15.30 selama bulan Juli yang akan diberikan oleh dosen IPB Universiry dan Monash University. Bagi para mahasiswa yang mengikuti perkuliahan, sertifikat yang diberikan dapat menjadi Surat Keterangan Pendamping Ijazah yang melengkapi kompetensi mahasiswa.

Kegiatan ini didukung oleh Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University dengan berkomunikasi intensif bersama dengan Australia Indonesia Centre untuk memulai sesuatu Joint Lecture Series yang dapat menjadi Future Practices seperti yang ditekankan oleh Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria.

“Saya sangat berterimakasih atas kerjasama antara IPB University dan Monash University. Saat ini kita sedang berada pada masa yang disebut dengan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Kunci menghadapi masa-masa ini adalah dengan understanding, yang menuntut sejumlah informasi dan pengetahuan sehingga kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi. COVID-19 juga merupakan sumber ketidakpastian, dan di sinilah kita dituntut untuk cepat paham apa dan mengapa terjadi.  Kolaborasi juga merupakan hal yang tidak kalah penting karena ketidakpastian bisa berubah menjadi kepastian kalau kolaborasi seluruh komponen tercipta,” ungkap Prof Arif Satria.

Baca juga  Eka Setiawan, Anak Tukang Bubur Raih Beasiswa S2 dan S3 Sekaligus di IPB University

Kegiatan Join Lecture Series akan diikuti dengan berbagai bentuk kerjasama di bidang penelitian, pendidikan untuk mengadirkan inovasi-inovasi baru yang berkontribusi bagi kemajuan pembangunan kedua negara. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *