Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim saat membuka Seminar Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Jasa Pramuwisata di Salak Hotel The Heritage, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Kamis (5/12/2019).

Dedie Rachim: Ini yang Harus Dibangun untuk Tingkatkan Wisatawan ke Kota Bogor

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wakil Walikota Bogor menyebutkan sejumlah hal yang harus dibangun untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bogor.

Yakni, mental, budaya, sikap, perilaku, toleransi, kecintaan terhadap alam dan hal lainnya.

Hal ini dikemukakan Dedie saat membuka Seminar Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Jasa Pramuwisata di Salak Hotel The Heritage, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Kamis (5/12/2019).

Dalam kaitan ini ia mengajak semua elemen pariwisata di Kota Bogor untuk berinovasi agar kunjungan wisatawan datang ke Kota Bogor tidak hanya ramai di akhir pekan.

“Tantangan dan pekerjaan rumah (PR) yang kita hadapi masih banyak. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah pusat serta pihak lainnya untuk menghadapi dan menyelesaikannya,” kata Dedie.

Dedie menilai, modal destinasi wisata yang saat ini dimiliki Kota Bogor masih belum dimaksimalkan, di antaranya museum-museum dan balai penelitian.

Ia juga menyinggung rencana di tahun 2020 akan dibangun beberapa objek yang bisa dijadikan destinasi alun alun Kota Bogor terintegrasi dengan Masjid Agung, Stasiun Bogor dan pasar. Selain itu bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berupaya mengembangkan wisata Situ Gede di wilayah Kecamatan Bogor Barat.

“Untuk itu kita harus mempersiapkan diri kita, potensi yang dimiliki Kota Bogor luar biasa besar,” ujar Dedie.

Pada kesempatan tersebut Dedie menceritakan transformasi Korea Selatan yang menjadi negara paling miskin di Asia tahun 1973 bersama Indonesia, hingga menjadi negara dengan cadangan devisa nomor delapan di dunia. Penyelenggaran Olimpiade Seoul 1988 menjadi momentum kebangkitan Korea Selatan.

Kepala Disparbud Kota Bogor, Shahlan Rasyidi dalam laporannya menjelaskan, melalui seminar ini diharapkan tercipta jasa pramuwisata yang berkualitas dan sesuai standar, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Bogor, mencerminkan ke Indonesia-annya dan menjaga validitas berbagai informasi yang disampaikan kepada para wisatawan.

Sedangkan tujuan yang dicapai adalah memberikan pemahaman bagi para peserta tentang pelayanan prima dan standar jasa pramuwisata, pemahaman kedudukan para jasa pramuwisata dan pemahaman tugas dan fungsi pramuwisata.

“Tujuan lainnya yaitu mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bogor pada tahun 2019 sebesar 8,7 juta orang dan untuk tahun 2020 target kunjungan wisatawan adalah 9,63 juta orang,” jelas Shahlan.

Seminar diikuti 70 orang peserta dari berbagai pihak terkait. Turut hadir dalam seminar tersebut diantaranya Ketua PHRI Kota Bogor, ASITA, HPI dan tamu undangan lainnya. [] Admin/Humas Pemkot Bogor

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *