Kota Bogor

Bima Tolak Pengurangan Jam Kerja PNS Perempuan

Bima-Usmar

BOGOR-KITA.com- Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan Wakil Walikota, Usmar Hariman sepakat menolak kebijakan yang akan dikeluarkan oleh pasangan Presiden Jokowi-Jusuf Kalla. Penolakan yang dimaksud adalah terhadap kebijakan untuk pemangkasan 2 jam kerja,bagi PNS perempuan. Apalagi, sekarang sudah menuju kearah kesetaraan gender sehingga perempuan tetap harus memanfaatkan posisinya. Bima menegaskan, dirinya tak berpihak pada ketetapan untuk kebijakan pemangkasan 2 jam kerja itu.

“Kalau berpikir konteks kesetaraan gender, ini malah memanfaatkan perempuan pada posisi yang tidak setara. Karena ini satu kebijakan yang justru kurang pas dan sebetulnya pada lingkungan PemkotBogor,untuk jam kerja itu sudah relatif dan tidak terlalu berat sampai pukul 16:00 WIB hingga 16:30 WIB dan sudah ada cuti melahirkan,” ujar Bima, MInggu (7/12).

Baca juga  Kasus Covid-19 Masih Tinggi, PTM Belum Bisa Dilaksanakan di Kota Bogor

Lain halnya kebijakan untuk buruh,diperlukan jika ada pemangkasan jam kerja. “Kalau buruh itu pantas dikeluarkan kebijakan untuk pemotongan jam kerja karena mereka memiliki pekerjaan yang berat. Sejauh ini saya kira PNS belum menghadapi pekerjaan yang berat terhadap jam kerja tersebut,” tandasnya.

Bima menuturkan, kebijakan yang dikeluarkan oleh JK itu memang kurang jelas. “Saya masih kurang jelas latar belakang Pak JK mengusulkan kebijakan ini untuk apa, sepintas dan menurut saya kurang pas. Dan saya rasa yang paling penting itu adalah quality time bukan quantity time. Karena memang yang dibutuhkan waktu yang berkualitas misalnya kita pulang jam 4 dibanding dengan pulang yang jam 6 tapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Menurut saya harus diperjelas program ini dan alasan yang kurang pas jika perempuan agar lebih banyak waktu dirumah,” kata dia.

Baca juga  Generasi Milenial Datang Generasi Pejuang Tak Dilupakan

Sementara itu, Kepala BKPP Kota Bogor, Dwi Roman Pujo setuju dengan wacana pasangan presiden terkait pemotongan jam kerja. Menurutnya, para perempuan memang tidak perlu banyak diluar. “Memang bagus jika ibu-ibu diberikan waktu khusus, karena memang mereka tidak perlu banyak diluardan mereka harus mengurus keluarga serta anak,” singkat dia.[] Harian PAKAR/Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top