Laporan Utama

Biaya Persaingan Caleg dan Capres Rp85 Triliun Sampai 17 April 2019

BOGOR-KITA.com – Daftar calon legislatif untuk DPR RI, DPD, DPR Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, juga calon presiden  dan wakil presiden akan berubah dari calon sementara menjadi calon tetap. Ini berarti para caleg dan capres tetap tersebut akan mulai bermanuver ke tengah-tengah masyarakat sesuai daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Mereka akan mulai bertarung saling berebut simpati masyarakat.

Bagi para caleg dan capres, status sebagai calon tetap ini menjadi masa-masa di mana mereka harus berbaik-baik, bersenyum-senyum dan masa-masa merogoh kocek.

Masa-masa ini akan melelahkan, karena waktunya cukup panjang, yakni mulai dari pengumuman daftar calon tetap, sampai berakhir masa kampanye tanggal 13 April 2019 atau malah ada yang diam-diam masih bermanuver sampai Hari H pencoblosan tanggal 17 April 2019.

Sementara bagi masyarakat, masa masa itu adalah masa-masa mereka didatangi dari rumah ke rumah atau diundang menghadiri suatu acara dan kemungkin kecipratan tumpahan uang dari saku para caleg/capres.

Berapa kira-kira uang yang keluar dari saku seluruh caleg dan capres? Jumlahnya cukup besar.

Seorang caleg untuk DPR RI menurut Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sedikitnya mengeluarkan uang sebesar Rp 1 miliar. Caleg berkantong tebal, angka itu bisa lebih besar, sementara bagi caleg kantong tipis, angka itu bisa lebih kecil.

Untuk apa saja uang itu? Menurut Bamsoed, sapaan akrab Bambang Soesatyo, adalah untuk membiayai sekitar 5 pos pembiayaan.

Baca juga  Disetujui Melalui Paripurna, Pemekaran Bogor Timur Memasuki Babak Baru

Pertama, akomodasi ke daerah pemilihan, meliputi transportasi, penginapan dan lain-lain. Kunjungan ke daerah pemilihan ini minimal 1 bulan 2 kali sejak persaingan internal, sebelum penyusunan DCS hingga Desember 2013.

Sementara kunjungan ke dapil setelah pengumuman calon tetap antara Januari-April 2019, akan lebih intensif, sehingga biasanya caleg sudah menetap sekurangnya 3 bulan sebelum pemilu

Kedua biaya kampanye. Dalam hal ini ada pembiayaan untuk logistik atau atribut, seperti kaos, spanduk, kalender, umbul-umbul, baliho, iklan di media lokal, alat peraga berupa kartu suara, lomba kesenian, lomba olahraga dan lain lain.

Ketiga, biaya bantuan sosial seperti perbaikan mushola, masjid, gereja, jalan desa, dan lain-lain

Keempat, biaya pengumpulan massa pada putaran terakhir masa kampanye

Kelima, biaya saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), berkisar Rp 50 ribu – Rp 100 ribu per orang. Totalnya sekitar Rp 1 miliar  per caleg

Sementara itu, jumlah total caleg dapat dihitung berdasarkan jumlah kursi yang tesedia di DPR RI yakni 575 kursi. Dengan jumlah kursi ini maka masing-masing partai akan mendaftarkan caleg sebanyak 575 orang untuk seluruh daerah pemilihan, walaupun ada juga yang kurang dari dari jumlah itu.

Jumlah partai yang mengikuti pemilu adalah 20 partai. Dengan angka-angka ini, maka dapat dihitung berapa uang yang mengucur dari kantong seluruh caleg DPR RI sampai pemilu 17 April 2019 mendatang. Yakni, 575 (kursi DPR RI) x 20 (partai) x Rp1 miliar = Rp11,5 triliun.

Baca juga  Anggota DPR RI Kritisi Molornya Proyek Bendungan Ciawi dan Sukamahi

Itu pengeluaran seluruh caleg untuk DPR RI.

Pengeluaran seluruh caleg untuk DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota lebih besar lagi. Angka pengeluaran masing-masing caleg  memang lebih kecil tetapi jumlah calegnya jauh lebih banyak ketimbag caleg  untuk DPR RI.

Untuk caleg propinsi, jumlah kursi DPRD propinsi ambil rata-rata 75 caleg per propinsi. Pengeluaran setiap caleg diasumsikan saja Rp300 juta. Maka uang yang tumpah dari seluruh caleg propinsi adalah 34 (propinsi) x 20 (partai) x 75 (rata-rata kursi per propinsi) x Rp300 juta = Rp15.300.000.000.000 atau Rp15,3 triliun

Pengeluaran seluruh caleg tingkat kabupaten kota angkanya lebih tinggi lagi mengingat jumlah calegnya jauh lebih banyak.

Kursi DPRD tingkat kabupaten kota bervariasi antara 25 sampai 50 kursi, rata-ratakan menjadi 40 kursi per DPRD kabupaten kota.

Jika diasumsikan satu orang caleg menghabiskan Rp100 juta saja, maka angka pengeluaran seluruh caleg tingkat kabupaten kota dapat dihitung sebagai berikut; 542 (jumlah kabupaten/kota) x 40 (rata-rata kursi DPRD per Kabupaten Kota) x 20 (partai) x Rp100 juta = Rp43.360.000.000.000.000 bulatkan menjadi Rp43,3 triliun.

Kemudian pengeluaran dari calon anggota DPD. Jumlah kursi DPD RI mencapai 136 kursi. Karena areanya  seluas propinsi maka pengeluaran setiap calon anggota DPD dapat diasumsikan sama dengan pengeluaran caleg tingkat propinsi yakni Rp300 juta per orang.

Baca juga  Pemuda Kabupaten Bogor Harus Aktif Terlibat dalam Pembangunan

Jumlah perkiraan pengeluaran calon anggota DPD RI dapat dihitung sebagai berikut,

34 (propinsi) x 136 (kursi DPD RI) x Rp300 juta = Rp1.387.200.000.000, bulatkan menjadi Rp1,3 triliun

Total pengeluaran pemilu legislatif dengan demikian mencapai Rp11,5 triliun (pengeluaran seluruh caleg DPR RI) + Rp1,3 trilun (pengeluaran seluruh calon DPD RI) +  Rp15,3 triliun (pengeluaran seluruh caleg tingkat propinsi) + Rp43,3 (pengeluaran seluruh caleg tingkat kabupate/kota) = Rp71,4 triliun

Itu belum dihitung pengeluaran calon presiden yang pemilihannya dilaksakan serentak dengan calon legislatif.

Berapa biaya calon presiden? Seorang pengamat ekonomi politik seperti dikutip situs Forbes 20 November 2014, memprediksi, bahwa setiap calon presiden di Indonesia minimal harus menyiapkan US$ 600 juta atau sekitar Rp 7 triliun.

Asumsinya, seorang calon presiden minimal harus memperoleh 70 juta suara untuk terpilih. Jika biaya yang diperlukan satu orang pemilih Rp100 ribu, maka total yang harus dikeluarkan pasangan calon Rp7 triliun. Biaya itu tak hanya diberikan dalam bentuk uang tapi juga sembako, sarung, kerudung.

Pengeluaran pilpres dengan demikian Rp7 triliun X 2 pasang calon = 14 triliun. Ditambah pengeluaran pemilu legislatif maka total dana yang tumpah ke masyarakat sejak penetapan caleg dan capres tetap, sampai April 2019 mendatang mencapai Rp85,4 triliun. [] Petrus Barus

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top