8 Pelanggaran Hotel Amaroossa Bogor

BOGOR-KITA.com – Belum seminggu Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto pulang dari haji. Model rambutnya juga belum pulih seperti semula. Bahkan sekarang ada kumis. Tetapi, walikota muda yang dimasukkan sebagai salah satu dari segelintir kepala daerah progresif dengan cara berfikir out of the box thingking ini, langsung bikin gebrakan. Kepada wartawan di Bogor, Selasa (14/10), Bima Arya membeberkan  pelanggaran yang dilakukan Hotel Amaroossa yang sudah lama menjadi sorotan publik. Sedikitnya ada 8 pelanggaran yang dilakukan oleh hotel yang berdiri berhadapan dengan Tugu Kujang di ujung Jalan Otista, Kota Bogor ini.

8 Pelanggaran

Hotel Amaroossa sebelumnya sempat berkembang menjadi polemik. Tidak kurang sesama pejabat di lingkungan Pemkot Bogor memiliki pendapat sendiri sendiri tentang pelanggaran yang dilakukan. Terkait koefisien daerah bangun (KDB) misalnya, ada pejabat pemkot yang mengatakan hotel itu melanggar KDB, tetapi ada juga yang mengatakan tidak.

Dalam pernyataannya kepada wartawan di Bogor, Selasa (14/10), Bima dengan tegas mengatakan, Hotel  Amaroossa melanggar KDB. “Ini temuan tim yang dibentuk berdasarkan surat perintah (sprint),” kata Bima.

Pelanggaran KDB itu, mencapai 27,84 meter persegi. Bima bahkan sudah masuk pada sanksi yang bisa dikenakan terhadap pelanggaran yang dilakukan. Sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2006 tentang Bangunan Gedung, menurut Bima,  sanksi terhdap pelanggaran KDB itu adalah penalti Rp100.640.000. Selain itu, harus ada penyesuaian bangunan sesuai KDB.

Masih ada 7 pelanggaran lagi yang dibeberkan Bima, meliputi pelanggaran terkait area parkir, sumur ilegal, penggunaan lahan negara, ketinggian gedung, pembuangan limbah, sumur resapan, dan penggunaan air PDAM.

Terkait area parkir, Bima mengemukakan, seharusnya berkapasitas 23 rsp (ruang satuan parkir) sesuai jumlah kamar yang mencapai 112. Sementara area parkir yang tersedia hanya 19 rsp, yang ekuivalen dengan 95 kamar. “Ini harus disesuaikan. Apakah bangunannya ditata ulang, dipangkas, terserah Amaroossa,” jelas Bima.

Terkait penggunaan lahan negara secara ilegal, Bima menyebut luasnya mencapai 29,34 meter persegi. “Dalam hal ini Amaroossa bisa dikenakan sanksi membayar retribusi sebesar Rp19.656.870 setiap bulannya sesuai Perda 05 tahun 2012 tentang Retibusi Jasa Usaha.

Penggunaan air bawah tanah juga merupakan pelanggaran yang tidak ringan. Bima mengatakan, ada dua sumur milik Amaroossa. Satu punya izin yang habis 2015, satu lagi tanpa izin. Sumur tanpa izin ini bisa dikenakan pidana pencurian air dengan hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp1 miliar sesuai Undang-undang 07 tahun 2004.

Temuan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), pemakaian air oleh Amaroossa  juga melebihi kapasitas mencapai 1800 meter kubik. Amaroossa juga mengabaikan pengelolaan limbah cair dan sampah, dan belum membuat sumur resapan.

Itu pelanggaran pada aspek teknis. Pelanggaran non teknis juga ada. Hal ini terkait dengan ketinggian Hotel Amaroossa yang melebihi Tugu Kujang yang berada di depannya.

Bima menegaskan, merujuk Perda 07 tahun 2006,  pembangunan di kawasan itu harus diserasikan dengan ikon Kota Bogor yakni Tugu Kujang. Ketinggian itu juga menutup view Gunung Salak dan bangunan sekitarnya. “Jadi bangunan Hotel Amaroossa itu merugikan secara immaterial,” kata Bima.

Terkait pencurian air, Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan, Untung Kurniadi membenarkan dugaan Amaroossa melakukan pencurian air sebanyak 800 liter per detik, yang diketahui saat inspeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu.

8 Pelanggaran Hotel Amaroossa

1.    Pelanggaran Koefisien Dasar Bangunan (KDB) seluas 27,84 meter persegi. Sesuai Perda Nomor 7 tahun 2006 tentang Bangunan Gedung dikenakan penalti Rp100.640.000. Pelanggaran itu juga harus disesuaikan secara fisik.

2.    Pelanggaran parkir. Dengan 112 kamar, seharusnya disediakan 23 ruang satuan parkir (rsp), sementara  yang tersedia hanya 19 rsp compatible dengan 95 kamar.

3.    Penggunaan tanah negara secara ilegal seluas 29,34 meter persegi. Sesuai Perda Nomor 05 tahun 2012 tentang Retibusi Jasa Usaha, Amaroossa harus membayar Rp19.656.870 setiap bulan.

4.    Dari dua sumur Hotel Amaroossa, satu di antaranya ilegal. Sumur ilegal ini  masuk pidana pencurian air tanah sebesar 800 meter kubik per bulan. Sesuai Undang Undang 07 tahun 2004 dikenakan sanksi hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

5.    Pemakaian air PDAM melebihi kapasitas, mencapai 1800 meter kubik

6.    Pelanggaran dalam pengelolaan limbah cair dan sampah

7.    Belum ada sumur resapan

8.    Ketinggi Hotel Amaroossa yang melebihi Tugu Kujang sebagai ikon Kota Bogor dan menutup view Gunung Salak.

Sumber: Walikota Bogor, diolah[] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *