Kota Bogor

37.013 Keluarga di Kota Bogor Terima BLT Rp300 Ribu Kemensos

Antrean penerima BLT

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kementerian Sosial (Kemensos) kembali mengucurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 10 juta masyarakat miskin dan tidak mampu di seluruh Indonesia, tak terkecuali Kota Bogor.

Di Kota Bogor ada 37.013 KK (Kepala Keluarga) yang akan mendapatkan BLT 2021 dengan nominal Rp300 ribu. BLT ini rencananya akan disalurkan selama 4 bulan terhitung Januari sampai April mendatang.

“BLT akan disalurkan setiap bulan melalui kantor pos,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Sosial Keluarga, Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Bogor, Sumartini dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/1/2021).

Sumartini mengatakan, BLT Kemensos 2020 dimulai dari awal Pandemi dan sudah selesai di Desember lalu dengan total sembilan kali pembagian. Di 2021 Kemensos melanjutkan  pemberian BLT tahap I yakni Januari – April mendatang. Penerima BLT Kota Bogor, berdasarkan data di Kemensos yang terdiri dari 1.863 KK Data Terpadu Kementerian Sosial (DTKS) dan 35.150 KK non DTKS valid

Baca juga  Covid-19 Kota Bogor: Selama Desember Belum Ada Kasus Meninggal

“Penyaluran BLT kepada masyarakat tidak mampu ini bertujuan untuk mencegah dampak ekonomi yang diakibatkan Pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Ia menuturkan, pada penyaluran BLT Kemensos ini, Dinsos bertugas untuk segera menyosialisasikan penyaluran BLT ke kecamatan dan kelurahan, berkoordinasi dengan Kantor Pos agar memperhatikan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19, serta melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi dengan kantor pos terkait penyaluran BLT dan melaporkan hasilnya kepada Direktur Penanganan Fakir Miskin wilayah I.

“Jika ada aduan dari warga, aduan dihimpun di kelurahan via Kasi Kemas Kelurahan. Kasi Kemas Kelurahan menghimpun ke Kecamatan dan disampaikan ke Dinas Sosial. Dari Dinsos kami sampaikan lagi Kemensos RI dengan tembusan ke Dinsos Provinsi dan Direktur Wilayah I Penanganan Fakir Miskin,” imbuhnya.

Baca juga  5 Besar Penyumbang Covid-19, Jawa Barat Nomor 4

Sumartini menambahkan, data DTKS dan non DTKS ini didapat pada awal pandemi. Dimulai dengan pengumpulan data berdasarkan usulan RT, RW melalui kelurahan kemudian disampaikan ke  Dinsos. Dinsos bersama Disdukcapil kemudian memverifikasi validasi sesuai NIK yang valid. Setelah verifikasi validasi, diinput ke aplikasi SIKS_NG milik Pusdatin Kemensos RI untuk diolah dan disampaikan ke Kemensos.

“Dari Kemensos disesuaikan dengan pagu Kabupaten/Kota yang selanjutnya bantuan didistribusikan melalui Kantor Pos Bogor,” tandasnya. [] Hari/Humas Pemkot Bogor

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top