Bimtek tentang keuangan dan penyusunan laporan Bantuan Operasional Sekolah di Padjadjaran Suites Resort and Convention Hotel, Komplek BNR, Bogor Selatan, Jumat (29/3/2019).

211 Kepala Sekolah Kota Bogor Bimtek Pelaporan Dana BOS

BOGOR-KITA.com – Sebanyak 211 Kepala Sekolah TK, SD dan SMP Negeri se-Kota Bogor mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang keuangan dan penyusunan laporan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Dinas Pendidikan Kota Bogor di Padjadjaran Suites Resort and Convention Hotel, Komplek BNR, Bogor Selatan, Jumat (29/3/2019).

Bimtek dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin, didampingi Kepala Bidang (Kabid) SD Maman Suherman dan Kepala Seksi Rencana dan Pelaporan Jajang Koswara.

Fahrudin menegaskan BOS merupakan tanggung jawab kepala sekolah. Para kepala sekolah diharapkan memiliki pemahaman terkait teknis dan mekanisme BOS melalui petunjuk teknis yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Kota Bogor.

“Hari ini Dinas Pendidikan sengaja mengundang para kepala sekolah dan tidak boleh diwakilkan, dengan harapan mereka paham tentang BOS tingkat kota yang diluncurkan.  Sehingga dalam penerapannya di sekolah tidak terjadi kesalahan atau permasalahan yang tidak diinginkan,” ungkap Fahrudin.

Jajang Koswara menambahkan, bendahara sekolah yang diberi tugas membantu pengelolaan dana BOS akan dikumpulkan untuk mengikuti bimtek serupa. Tujuannya antara kepala sekolah dan bendahara memiliki pemahaman yang sama. “Jadi tidak ada perbedaan persepsi. Satu arahan dan satu pemahaman, sehingga apa yang ingin diharapkan dapat tercapai,” ujar Jajang.

Pada tahun sebelumnya Bimtek diikuti bendahara dan operator, kepala sekolah hanya sebatas sosialisasi di sekolah. Tahun 2019 kepala sekolah dilibatkan langsung dalam bimtek agar memiliki pemahaman secara utuh tentang BOS Kota.

“Dana Bos Kota Bogor sejak Februari 2019 sudah cair, sedangkan untuk dana BOS pusat direncanakan cair pada akhir Maret 2019, antara minggu ketiga atau keempat. Secara umum tidak ada persoalan yang signifikan. Hanya terkendala pemahaman untuk membedakan mana yang diharuskan dan yang tidak,” pungkas Jajang. [] Admin/Humas Pemkot Bogor

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *