KPU Kota Bogor

Sempat Buron, Kejari Tangkap Tersangka Korupsi KPU Kota Bogor

BOGOR-KITA.com – Berakhir sudah persembunyian dan pelarian tersangka MH yang terlibat dalam kasus korupsi kegiatan fiktif dan anggaran ganda pada pelaksanaan pilwalkot tahun 2018 di KPU Kota Bogor. MH yang sudah ditetapkan menjadi DPO Kejari Kota Bogor dan sejak 7 Juli, dan buronan Kejari sejak 21 Juni lalu, dihentikan oleh tim Kejari yang menangkapnya Kamis (25/7/2019).

MH ditangkap di kediamannya di kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor sekira pukul 15.00 WIB. Saat ditangkap, MH pasrah dan tidak melakukan perlawanan apapun. Petugas Kejari yang berjumlah lima orang langsung menggelandang MH ke kantor Kejari di Jalan Juanda, Setibanya di kantor Kejari, MH langsung digelandang ke lantai 2 ruang Pidsus untuk diperiksa. Tampak wajah MH lesu sambil kedua tangannya diborgol.

Usai menjalani pemeriksaan, tersangka MH yang menggunakan rompi berwarna merah memberikan pernyataan bahwa semua yang dilakukannya atas perintah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pengguna Anggaran (PA) di KPU Kota Bogor. Bukan itu saja, MH menyebutkan bahwa yang mengatur semuanya adalah “Panglima”.

“Saya tergantung PPK dan Panglima dan PPK lah yang tahu karena melalui PPK yang mengatur semuanya. Saya tidak memiliki wewenang apapun, semuanya di PPK,” tegasnya.

Ketika ditanyakan, siapa Panglima yang dimaksud, MH enggan menjawab dan mengaku siap kooperatif membuka kasus korupsi itu di persidangan nanti. Ia juga mengaku hanya menjalankan dan melaksanakan perintah yang diatur oleh Panglima. Selama buron dan jadi DPO Kejari, MH mengaku tidak kemana mana, hanya pernah lari ke Boyolali ke rumah saudaranya. Menyangkut uang hasil korupsi, MH enggan menjawab.

“Tergantung oleh Panglima dan yang lebih tahu PPK. Semuanya dari PPK dan yang mengatur semuanya. Saya siap membuka kasus ini semua,” tandasnya.

MH juga menyebut ada dua orang yang terlibat dalam kasus korupsi di KPU Kota Bogor tersebut. “PPK dan PA juga terlibat. Saya siap buka bukaan,” pungkasnya.

Kasi Pidsus Kejari Kota Bogor, Rade Satia Nainggolan mengatakan, tersangka MH dititipkan ke LP Paledang. “Langsung kita tahan di LP Paledang,” ungkapnya.

Terkait penanganan kasus, Rade mengaku terus melakukan pengembangan dan pendalaman, terutama keterangan dari tersangka MH. “Kita kembangkam terus kasus ini,” jelasnya. 

Ketika ditanyakan, apakah ada keterlibatan pihak lain selain tersangka MA dan MH, Kasi Pidsus mengatakan, masih didalami adanya keterlibatan pihak lainnya. “Kita tunggu hasilnya nanti, secepatnya akan kita informasikan apabila ada perkembangan lagi,” tukasnya.

Untuk diketahui, dalam penanganan kasus korupsi di KPU Kota Bogor, Kejari Kota Bogor telah menetapkan 2 orang tersangka yang terlibat dalam kasus korupsi yang merugikan keuangan negara sekitar Rp470 juta. Tersangka MA sudah dijebloskan ke LP Paledang sejak 21 Juni 2019, sedangkan tersangka MH tidak kooperatif sejak ditetapkan sebagai tersangka, hingga ditetapkan sebagai DPO.

Berbagai upaya pencarian terhadap tersangka MH terus dilakukan Kejari dengan melakukan pencarian ke berbagai daerah. Akhirnya tim Pidsus Kejari Kota Bogor mengendus keberadaan MH dikediamannya dan langsung menangkapnya. [] Admin/Pkr



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *