Kota Bogor

Sekda Kota Bogor Pantau Pencarian Bayu ASN yang Diduga Hanyut di Sungai Cisadane

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pencarian terhadap Bayu Zulkarnaen (36), ASN Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor yang diduga hanyut di Sungai Cisadane, masih berlangsung hingga Sabtu (15/8/2026).

Memasuki hari ketiga, tim SAR gabungan terus bergerak menyusuri aliran sungai untuk mencari keberadaan Bayu. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik, termasuk kawasan perbatasan Kelurahan Cipaku dan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Denny Mulyadi turut meninjau perkembangan operasi pencarian. Selain melihat kondisi di lapangan, Denny juga mendatangi keluarga Bayu untuk menyampaikan dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Denny menyampaikan bahwa proses pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BPBD, Damkar hingga relawan. Seluruh personel, kata dia, terus mengoptimalkan pencarian agar korban dapat segera ditemukan.

Baca juga  Bima Pantau Lawang Suryakencana Jelang Peresmian

“Saya meninjau langsung ke lapangan bersama anggota dewan, Ibu Hakanna. Barusan terinformasikan dari tim SAR yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan Damkar, dan para relawan, ini terus berusaha seoptimal mungkin agar korban yang hilang cepat ditemukan,” kata Denny.

Di tengah proses pencarian, Pemkot Bogor juga memberikan perhatian terhadap kondisi keluarga korban. Denny berharap keluarga Bayu dapat tetap tabah dan terus mendoakan agar pencarian membuahkan hasil.

“Kami juga menemui keluarga agar diberi kesabaran, terus berdoa, mudah-mudahan korban cepat ditemukan,” ujarnya.

Tak hanya memastikan operasi berjalan, Pemkot Bogor turut mengecek kebutuhan para personel yang berada di lapangan. Ketersediaan logistik menjadi salah satu perhatian mengingat tim harus bekerja selama proses pencarian berlangsung.

Baca juga  Bima Paparkan Konsep Kota Pusaka Kota Bogor

“Kami juga tadi mengecek terkait dengan kesiapan logistik untuk para tim gabungan, mudah-mudahan terpenuhi logistiknya sehingga mereka semangat,” jelas Denny.

Sementara itu, operasi pencarian berdasarkan informasi dari Basarnas direncanakan berlangsung selama tujuh hari. Kendati demikian, pelaksanaan operasi masih dapat dievaluasi sesuai perkembangan di lapangan.

Jika hingga batas waktu tersebut masih ditemukan indikasi atau tanda-tanda yang membutuhkan penelusuran lebih lanjut, masa operasi pencarian dapat diperpanjang.

“Nanti ada evaluasi. Intinya, evaluasi jika masih ada tanda-tanda perlu diperpanjang nanti akan diperpanjang oleh tim,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top