Kota Bogor

Diarpus Kota Bogor Perkuat Layanan Perpustakaan dan Digitalisasi Kearsipan Daerah

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Beragam layanan perpustakaan dan kearsipan yang dimiliki Pemerintah Kota Bogor terus didorong agar semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat.

Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor menggandeng insan pers untuk memperluas informasi mengenai program dan fasilitas tersebut.

Kolaborasi itu dibahas dalam kegiatan bertajuk “Sinergi, Literasi, dan Apresiasi untuk Menguatkan Perpustakaan dan Kearsipan” bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor di Auditorium Bima Arya, Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Senin (28/9/2026).

Kepala Diarpus Kota Bogor, Taufik, mengatakan media memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menyampaikan informasi mengenai layanan publik kepada masyarakat.

Ia berharap publikasi yang dilakukan insan pers dapat membuat berbagai program Diarpus tidak hanya diketahui, tetapi juga dimanfaatkan secara langsung oleh warga.

“Kami sangat berterima kasih difasilitasi oleh Diskominfo. Kami ingin teman-teman media ikut menginformasikan program-program perpustakaan agar semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Taufik.

Baca juga  Polisi Temukan Potongan Cutter Pada Luka Korban Pembunuhan di Tajur

Menurut Taufik, Perpustakaan Kota Bogor saat ini memiliki koleksi sekitar 80.862 eksemplar buku dengan belasan ribu judul.

Pengelolaan perpustakaan tersebut juga pernah memperoleh pengakuan di tingkat Jawa Barat setelah meraih predikat sebagai perpustakaan terbaik kedua pada akhir 2022.

Dari sisi pelayanan, Diarpus membuka operasional perpustakaan selama tujuh hari dalam sepekan. Layanan pada Senin hingga Kamis berlangsung hingga pukul 18.00 WIB, sementara pada Sabtu dan Minggu dimulai pukul 08.00 WIB hingga sore hari.

Setiap hari, perpustakaan rata-rata dikunjungi ratusan orang. Jumlah tersebut cenderung meningkat ketika memasuki akhir pekan maupun hari libur.

Diarpus juga memperluas jangkauan pelayanan melalui tiga unit perpustakaan keliling. Armada tersebut secara khusus menyasar 220 sekolah dasar (SD) yang tersebar di wilayah Kota Bogor.

Selain menyediakan bahan bacaan, sejumlah program juga disiapkan untuk membangun budaya literasi sejak dini. Di antaranya Pemilihan Duta Baca, pelatihan mendongeng bagi tenaga pengajar serta penyediaan lima titik baca digital di ruang publik.

Baca juga  Menteri LH Hanif Faisol Pantau Pelaksanaan MBG di Kota Bogor

Salah satu titik baca digital tersebut berada di kawasan Taman Sempur sehingga masyarakat dapat mengakses layanan literasi di luar gedung perpustakaan.

Tak hanya mengurus perpustakaan, Diarpus juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga arsip daerah. Pengelolaan tersebut mencakup arsip dinamis kedinasan hingga arsip statis yang memiliki nilai sejarah bagi Kota Bogor.

Dokumen yang berkaitan dengan perjalanan pemerintahan dan rekam jejak kepemimpinan daerah dari masa ke masa menjadi bagian dari arsip yang dijaga keberadaannya.

Taufik mengatakan pemeliharaan arsip dilakukan dengan standar tertentu untuk menjaga dokumen tetap dalam kondisi baik. Pengaturan suhu ruangan dilakukan secara konstan, sedangkan fumigasi dilaksanakan secara berkala untuk mencegah kerusakan.

Di tengah perkembangan teknologi, Diarpus juga mulai mempercepat digitalisasi sistem surat-menyurat di seluruh perangkat daerah (PD) Kota Bogor.

Baca juga  Omnibus Law Disahkan, Pemkot Bogor Segera Tinjau Perda dan Perwali

Untuk mendukung penyimpanan arsip fisik, Diarpus memiliki Depo Arsip yang mampu menampung hingga 100 ribu dokumen.

Selain layanan perpustakaan dan kearsipan, Diarpus juga membuka fasilitas gedung Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor untuk dimanfaatkan masyarakat.

Auditorium Bima Arya, misalnya, memiliki kapasitas sekitar 80 hingga 100 tempat duduk dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan formal maupun informal tanpa biaya, selama jadwalnya tersedia.

“Kami terbuka, silakan gedung ini dimanfaatkan. Selama jadwal tidak bentrok, bisa digunakan untuk diskusi, pertemuan mitra kerja, maupun kegiatan komunitas,’ katanya

Melalui keterlibatan media, Diarpus berharap informasi mengenai layanan perpustakaan, program literasi, fasilitas publik, hingga pengelolaan arsip daerah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar semakin dekat dengan perpustakaan sekaligus memahami pentingnya menjaga arsip sebagai bagian dari sejarah Kota Bogor. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top