Kab. Bogor

Warga Minta Kepastian Soal Pembangunan Jembatan Leuwiceot Puncak

BOGOR-KITA.com, CISARUA – Harapan masyarakat terhadap pembangunan Jembatan Leuwiceot yang menghubungkan wilayah Kecamatan Cisarua dan Megamendung, Kabupaten Bogor, kembali mencuat. Warga dari tiga desa yang terdampak kerusakan jembatan akibat banjir bandang sekitar dua tahun lalu meminta pemerintah daerah memberikan kepastian mengenai kelanjutan proyek tersebut.

Sebab, meskipun sebelumnya telah muncul informasi mengenai rencana pembangunan, termasuk proses pembebasan lahan, hingga kini belum terlihat perkembangan yang signifikan di lapangan.

Ketua RW Kampung Cijulang, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Andi, mengatakan masyarakat masih menunggu tindak lanjut nyata dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Ia menyebut, proses persiapan pembangunan yang sebelumnya diinformasikan kepada warga belum menunjukkan perkembangan terbaru.

Baca juga  UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Finalisasi Pendataan Jembatan Leuwiceot

“Belum ada tim appraisal maupun pegawai dari pihak terkait yang datang ke lokasi lagi. Informasinya seperti terhenti,” ujar Andi, Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, keberadaan Jembatan
Leuwiceot memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat di wilayah Cisarua dan Megamendung. Kerusakan jembatan membuat warga terus menantikan pembangunan akses penghubung tersebut agar dapat kembali dimanfaatkan secara optimal.

Sementara itu, UPT Dinas Pekerjaan Umum Jalan dan Jembatan Wilayah III Ciawi, Heru Haerudin, menyampaikan bahwa rencana pembangunan Jembatan Leuwiceot masih dalam tahapan proses. Ia menegaskan, proyek tersebut belum dihentikan, meskipun pelaksanaannya masih membutuhkan waktu.

“Pembangunan jembatan sedang berproses. Pak Bupati juga meminta agar segera dilaksanakan, tetapi memang membutuhkan waktu,” kata Heru.

Baca juga  Pemkab Bogor Gelontorkan Rp2,325 M Tuntaskan TMMD 112 di Klapanunggal

Ia menyebut, pembangunan jembatan kemungkinan baru dapat dilaksanakan pada 2027. Saat ini, pemerintah masih menangani persoalan lahan yang terdampak oleh rencana pembangunan.

“Sekarang masih proses terkait lahan yang nantinya terkena pembangunan,” tandasnya.

Dengan adanya penjelasan tersebut, masyarakat di sekitar Jembatan Leuwiceot diharapkan memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai tahapan persiapan dan waktu pelaksanaan pembangunan. Warga pun masih menunggu realisasi proyek yang dinilai penting untuk mendukung akses transportasi dan aktivitas sehari-hari di wilayah Cisarua serta Megamendung.[] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top