Kota Bogor

RSJ Marzoeki Mahdi Kota Bogor Jadi Tempat Isolasi Covid-19

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Prof. Kadir resmikan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Marzoeki Mahdi Kota Bogor jadi tempat isolasi covid-19, Sabtu (14/11/2020) pagi.

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Marzoeki Mahdi Kota Bogor dimanfaatkan jadi tempat isolasi covid-19. Peresmiannya dilakukan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Prof. Kadir, Sabtu (14/11/2020) pagi.

Hadir dalam peresmian Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno, Dirut RSJ Marzoeki Mahdi, DR. dr. Fidiansyah beserta jajaran.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyebut, saat awal pandemi Covid-19, Kota Bogor hanya memiliki delapan ruang isolasi bertekanan negatif. Namun saat ini sudah ada 407 ruang isolasi bertekanan negatif.

“Untuk Bed Occupancy Rate (BOR), hingga hari ini hampir mencapai 60-70 persen, jadi sangat tinggi sekali. Kondisi ini tidak terlepas dari peristiwa yang terjadi belum lama ini seperti aksi massa, cuti bersama dan lainnya, sehingga memberi dampak pada penambahan kasus Covid-19 sangat signifikan,” kata Dedie di Galeri Kresna Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Kota Bogor.

Baca juga  Pemkot Bogor Sosialisasi 14 Panduan Prokes Kegiatan Keagamaan

Dengan ada penambahan ruang isolasi di RSJ Marzoeki Mahdi tersebut, Dedie sangat bersyukur dan berharap semoga ke depan ruangnya bisa ditingkatkan.

Dedie berharap agar Kota Bogor terus dibantu pemerintah pusat mengingat penting dan strategisnya Kota Bogor, antara lain seringnya agenda kenegaraan dilaksanakan di Istana Kepresidenan Bogor.

Direktur RSJ Marzoeki Mahdi, dr. Fidiansyah mengungkapkan. perkembangan Covid-19 menjadi tanggung jawab bersama. Semoga ruang isolasi Covid-19 mampu memberi manfaat yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi bukti nyata  kontribusi RSJ Marzoeki Mahdi dalam membantu penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Prof. Kadir menerangkan, Covid-19 mendidik semua untuk melakukan banyak perubahan, karena kasus yang ada setiap hari makin bertambah. Hal ini terkait dengan perilaku masyarakat yang belum disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan yang lainnya.

Baca juga  Survei SMRC: Mayoritas Publik Optimis Ekonomi Nasional 2021

“Saya berharap RSJ Marzoeki Mahdi ikut terlibat langsung dalam penanganan Covid-19 sesuai kemampuan yang dimiliki. Menjadi tanggung jawab pemerintah pusat untuk meningkatkan kapasitas semua rumah sakit, termasuk RSUD. Ada 181 RSUD yang menjadi rujukan nasional, provinsi maupun regional diberikan bantuan anggaran untuk pengembangan,” paparnya.

Dia menegaskan, jangan pernah lelah melayani dan membangkitkan semangat para pasien untuk sembuh.

“Semoga keberadaan ruang isolasi di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi mampu mempercepat penanganan dan penyembuhan pasien-pasien Covid-19 di Kota Bogor,” katanya. [] Hari/Prokompim

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top