Dosen dari perguruan tinggi swasta (PTS) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah III yang tergabung dalam Paguyuban Penggerak Wirausaha Mandiri (PWM) belajar bisnis ke Direktorat Kawasan Sains Teknologi dan Inkubator Bisnis (KSTIB) Institut Pertanian Bogor (IPB).

Puluhan Dosen PTS Belajar Bisnis di Incubie IPB

BOGOR-KITA.com – Sebanyak 42 dosen dari perguruan tinggi swasta (PTS) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah III yang tergabung dalam Paguyuban Penggerak Wirausaha Mandiri (PWM) belajar bisnis ke Direktorat Kawasan Sains Teknologi dan Inkubator Bisnis (KSTIB) Institut Pertanian Bogor (IPB). Mereka melakukan studi banding dan mengikuti workshop tentang pendirian dan tata kelola Inkubator Bisnis (IncuBie) IPB.

“Selain itu, kunjungan ini juga salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah mahasiswa dan lulusan yang berwirausaha melalui program Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) sebagaimana tersirat dalam kebijakan strategis Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan tinggi (Kemenristekdikti), sekaligus peningkatan kinerja Lembaga Kewirausahaan di Perguruan Tinggi,” ujar Direktur KSTIB, Dr. Rokhani Hasbullah saat menerima rombongan di Ruang Serbaguna IncuBie, Kampus IPB Baranangsiang dalam siaran pers yang ditrima BOGOR-KITA, Rabu (27/2/2019).

Didampingi Kasubdit Inkubator Bisnis, Deva Primadia Almada, Spi,MSi dan tim manajemen IncuBie IPB, Dr. Rokhani memaparkan mengenai konsep Science and Technology Park (STP) dan IBT IPB yang berada di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan. Menurutnya, pengembangan STP dan IBT bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis teknologi dalam rangka mendorong penciptaan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) yang inovatif dan berdaya saing untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Deva menekankan pentingnya pengembangan kelembagaan IBT dan best practice pengelolaan inkubator. Salah satu yang hal yang disampaikan adalah tentang kelembagaan dan pengelolaan inkubator sesuai Perpres No 27 Tahun 2013 tentang Inkubator Wirausaha.

“Layanan inkubator bisnis mencakup tujuh S yaitu: space, share office facilities, skill development, service, support, seed capital dan sinergy. Peran pendamping sangat penting untuk suksesnya program inkubasi,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu pula, rombongan berkesempatan mengunjungi Laboratorium Lapang (Teaching farm) dan tenant inwall maupun outwall di Kampus IPB Dramaga. Beberapa tenant inwall yang dikunjungi adalah saesha mask (masker dari buah-buahan), banduri (olahan bandeng), ekstrak torbangun (Asi booster), bit tea, sunmorci (ekstrak mengkudu), Agrowing, Ecodoe dan lain sebagainya. Kunjungan sesi terakhir adalah ke tenant outwall yaitu Mitra Niaga Indonesia (ekstrak tanaman herbal) dan mr. Brownco (brownies tepung singkong).

Rombongan didampingi Dr. Suyanto selaku Ketua Umum PWM LLDikti Wilayah III, Syahidin selaku Wakil Ketua II Bidang Inkubator Bisnis dan Wahyu Hari Wakil Ketua I Penggerak Wirausaha Mandiri (PMW) LLDIKTI Wilayah III.

Mewakili rombongan, Syahidin berharap ke depan dapat terjalin kerjasama yang berkelanjutan dengan Direktorat KSTIB IPB dalam rangka mendampingi pendirian dan pengelolaan inkubator bisnis di perguruan tinggi swasta. [] Admin

 

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *