Manajemen PT Sentul City Tbk (SC) mulai mengelola sampah secara mandiri

Program Sentul City Zero Waste 2020 Dimulai

BOGOR-KITA.com – Manajemen PT Sentul City Tbk (SC) mulai mengelola sampah secara mandiri dengan mengimplementasikan program “Menuju Sentul City Zero Waste 2020”. Per tanggal 1 April 2019, pasokan sampah dari areal perumahan dan komersial SC ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga secara perlahan mulai diputus. 

“Kita sudah tak mengirim lima truk pasokan sampah dari areal perumahan dan komersial SC ke TPA Galuga.  Sampah-sampah tersebut kita kelola di TPS 3R – Sentul City Recycle Centre di Desa Sumur Batu, Babakan Madang yang sudah mulai beroperasi,” jelas Alfian Mujani, Head Of Corporate Communication PT SC dalam keterangan persnya kepada BOGOR-KITA.com, Jumat (12/4/2019). 

Alfian menjelaskan, pada akhir bulan ini ditargetkan jumlah pengurangan sampah yang di kirim ke TPA Galuga terus bertambah dari area komersial lainnya. Kata Alfian, dengan dilaksanakannya program ini, truk-truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor  yang selama ini digunakan untuk melayani kawasan Sentul City dapat digunakan untuk melayani masyarakat Kabupaten Bogor lainnya yang lebih membutuhkan. 

“Keuntungan program ini bagi Pemkab Bogor adalah peningkatan target layanan pengangkutan sampah yang saat ini baru dapat terlayani + 600 ton dari total + 2.600 ton sampah per hari,” paparnya. 

Alfian memaparkan, kondisi sampah yang diangkut saat ini masih dalam kondisi tercampur, belum terpilah seratus persen sehingga diperlukan upaya tambahan dari tim PT. Xaviera Global Sinergi (XGS), vendor pelaksana pengelolaan, untuk melakukan pemilahan di lokasi TPS 3R – Sentul City Recycle Centre (SCRC). Upaya sosialisasi dan edukasi mengenai pemilahan sampah, menurut Alfian  terus gencar dilakukan melalui sms blast, video-video edukasi, dan pertemuan-pertemuan dengan warga dan tenant komersial.

 “Setelah dipilah sampah akan dicacah dan diproses menjadi kompos dan beberapa produk lain,” ujarnya.

 Menurut Alfian, Sentul City Recycle Centre (SCRC), adalah bentuk optimalisasi fungsi TPS 3R Skala Kawasan dengan mengusung program pengelolaan sampah disumber dengan konsep 3R reduce, reuse recycle (kurangi, guna ulang, daur ulang) serta metode bank sampah. Dia berharap, adanya kontribusi dan pembagian peran dari warga dan tenant komersial berupa perubahan dalam hal perilaku penanganan sampah. Warga dan tenant komersial diajak untuk memperlakukan sampah dengan bersih dari mulai di sumber dengan cara memilah antara sampah organik dengan sampah lainnya, sementara vendor pelaksana akan mengangkut secara terpilah dan diproses secara terpilah juga. Target dari program ini adalah, menjaga sampah kita tetap bersih dari mulai di keluarga kita sendiri sampai dengan pengolahannya.  Mengubah perilaku masyarakat, kata Alfian memang tetap mudah dan membutuhkan waktu.  Untuk itu,  program ini dilaksanakan secara bertahap dan perlu masa transisi serta diperlukan fokus dan kontribusi dari semua pihak.

 “Perlahan tapi pasti, menuju sentul city zero waste 2020, menjadi salah satu program penyelamatan lingkungan dan bumi ini untuk anak cucu kita,” ujarnya. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *