Kedatangan tim penilai diterima langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat yang juga selaku Ketua Pokjanal Posyandu Kota Bogor, Selasa (4/12/2018).

Posyandu Pitaloka Di-rechecking Provinsi Jawa Barat

BOGOR-KITA.com – Posyandu Pitaloka RW 08, Kelurahan Kedung Halang terpilih sebagai Posyandu terbaik Kota Bogor. Posyandu ini selanjutnya melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat mewakili Kota Bogor dan setelah melalui berbagai tahapan seleksi akhirnya di rechecking tim penilai lomba Posyandu Provinsi Jawa Barat.

Kedatangan tim penilai diterima langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat yang juga selaku Ketua Pokjanal Posyandu Kota Bogor, Selasa (4/12/2018).

Kepada tim penilai Ade memaparkan visi pembangunan Kota Bogor Tahun 2015-2019, yaitu Bogor sebagai kota yang nyaman, beriman dan transparan. Visi tersebut dicapai melalui 6 misi pembangunan, diantaranya yaitu misi ke-2, menjadikan Bogor kota yang sehat dan makmur.

“Misi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mewujudkan Bogor sebagai Kota Sehat dan Makmur. Posyandu sebagai salah satu bentuk upaya kesehatan yang bersumber daya masyarakat. Posyandu dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar,” kata Sekda.

Dia menyebutkan, Posyandu yang ada di Kota Bogor saat ini berjumlah 971 unit dengan strata Posyandu Mandiri hingga tahun 2017 telah mencapai 36 persen. Pada tahun ini ditargetkan mencapai minimal 50 persen .

Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memajukan posyandu khususnya dari sisi legal standing telah disusun Rancangan Perda mengenai perubahan Perda tentang Lembaga Kemasyarakatan dimana posyandu diperkuat sebagai bagian dari lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan, hal ini sejalan dengan Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan.

Pendanaan untuk kegiatan posyandu di Kota Bogor tidak hanya bersumber dari APBD Kota Bogor dan Provinsi Jawa Barat serta APBN, ada juga yang bersumber dari dunia usaha dan donasi dari masyarakat. Namun Dana sehat masih belum 50 persen dari sasaran yang ada. Pada tahun anggaran 2019 Pemkot Bogor akan mengalokasikan insentif bagi kader posyandu sebesar Rp 50.000 setiap bulannya dan mendaftarkan para kader sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Upaya Pemkot Bogor dalam meningkatkan strata Posyandu Mandi kata Sekda diantaranya, pertama melaksanakan Rakor Pokjanal Posyandu yang melibatkan OPD terkait, Para Camat dan Lurah yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor.

Kedua, menyampaikan surat edaran kepada seluruh Ketua RT/RW melalui camat dan lurah agar terlibat dan membantu penggalangan Dana Sehat Posyandu yang bersumber dari iuran warga. Ketiga, melaksanakan pembinaan langsung kepada pengurus dan kader posyandu. Serta melaksanakan monitoring dan evaluasi posyandu mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan dan kota.

Beberapa inovasi yang telah diciptakan baik oleh kader dan masyarakat maupun oleh pokja/pokjanal diantaranya GARDU MAKAN (Gerakan Posyandu Melayani Akte Kelahiran Anak dan Lansia), SATE CUNGKRING (Sahabat Teman Curhat Remaja Sekeliling), ANTING (Anti Stunting), Moal 3 dan inovasi lainnya.

Ade berharap Posyandu Pitaloka Kelurahan Kedung Halang Kecamatan Bogor Utara menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Jawa Barat dan melaju ke tingkat nasional. [] Admin

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *