Laporan Utama

Perkokoh Iman dengan Dzikir Sehabis Shalat

Oleh: Ustaz Aang Ainal Yakin
(Dai Cordofa Dompet Dhuafa)

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Shalat terkhusus shalat fardhu lima waktu meliputi Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Dimana ibadah ini wajib dilaksanakan tanpa ada suatu alasan pun yang dapat mencegah seseorang agar tidak shalat. Hal ini dapat dilihat dari ketentuan mengenai shalat, dimana saat tidak mampu berdiri maka dapat dilaksanakan dengan duduk. Ataupun saat tidak mampu duduk dapat dilaksanakan sambil berbaring, dan jika tidak mampu juga dapat menggunakan isyarat mata. Kewajiban dalam melaksanakan ibadah shalat ini berdampingan dengan sunnahnya berdzikir setelah shalat.

Berdzikir merupakan salah satu bentuk kegiatan mengingat Allah SWT. Salah satu waktu terbaik untuk berdzikir adalah setelah shalat, dimana hukumnya adalah sunnah. Nabi Muhammad Saw tidak pernah meninggalkan dzikir setelah menunaikan shalat. Hal ini menjadi salah satu yang harus kita contoh, karena Nabi Muhammad Saw adalah satu-satunya teladan terbaik. Salah satu dampak positif dari berdzikir adalah dapat membuat semakin kuat dan kokohnya keimanan seseorang terhadap Allah SWT.

Baca juga  Kota Bogor Sambut Pergantian Tahun Dengan Dzikir

Adapun terkait bacaan dzikir setelah shalat, ada beberapa bacaan yang dapat kita baca, yaitu

Memohon ampunan kepada Allah Swt
أَسْتَغْفِرُ اللهَ (3x) اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

“Aku minta ampun kepada Allah,” (3x). Lantas membaca: “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan” (HR. Muslim no. 591).

Mengakui kekuasaan Allah Swt
اَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.” (HR. Bukhari no.6615, Muslim no.593).

Baca juga  Sambut Ramadhan dan HJB 534, Mesra Gelar Dzikir dan Tabligh Akbar

Memohon kedamaian pada Allah Swt
للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام

“Wahai Allah! Engkaulah (pemilik) kedamaian, dari Engkaulah kedamaian dan kepada Engkaulah kembalinya kedamaian. Oleh karena itu hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan penuh kedamaian. Masukkanlah kami ke dalam surga, tempat kedamaian. Engkau, ya Tuhan kami, Maha Suci dan Maha Tinggi, wahai Zat Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan.”

Memohon rizki yang halal dan amal diterima
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah no. 762, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Baca juga  Hari Santri, Puluhan Ribu Santri Dzikir di Lapangan Galuh Mas Karawang  

Membaca QS. Al-Ikhlas, QS. An-Nas dan Qs. Al-Falaq
Setiap dari kita tentu menginginkan ibadah yang sempurna, dan salah satu cara menyempurnakan shalat adalah dengan melakukan dzikir setelahnya. Jadi, setelah shalat jangan terburu-buru untuk bangun, tapi lanjutkan dengan berdzikir agar iman semakin kokoh. []

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!