Ilustrasi

Pemprov Jabar Masuk Tahap Smart Tourism

BOGOR-KITA.com – Pemdaprov Jabar terus mengembangkan sektor pariwisata sebagai sektor pendapatan. Pada September 2019 mendatang Pemdaprov Jawa Barat bekerja sama dengan EWC (East West Centre) menggelar workshop tentang smart tourism atau atau sering juga disebut smart destinations. Smart tourism atau smart destinations merupakan implementasi smartness kedalam destinasi pariwisata, yang memberikan berbagai kemudahaan bagi wisatawan untuk mengakses aneka informasi tentang suatu destinasi wisata, seperti smart cities.

Hal ini merupakan hasil rapat antara  Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan tim dari East West Centre (EWC), di Aula Diskominfo lt.4, Rabu (15/5/2919), Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Setiaji, ST., M.Si yang membahas mengenai maksud dan tujuan kedatangan dari tim EWC ke Indonesia terutama di Jawa Barat.

EWC, merupakan sebuah organisasi yang berasal dari Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat. Organisasi yang bergerak dalam bidang edukasi dan penelitian guna memperkuat hubungan kerjasama antara negara-negara Asia, Pasifik, dan Amerika Serikat.

Karen Knudsen, Director, Office of External Affair EWC menyampaikan ada dua alasan yang mendorong EWC untuk datang ke Jawa Barat. Alasan pertama yaitu membangun kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat melalui dua workshop yang akan diadakan oleh EWC. 

“The workshop would be looking at tourism development here in west java as well as solution for disaster management but a smart tourism development and smart disaster management.”

Workshop ini akan diikuti oleh pejabat pemerintah yang ada di bidang masalah sekitar pariwisata dan bencana, juga pemimpin komunitas untuk melatih mereka berfikir mengenai seperti apa itu smart tourism development dan smart disaster management.

Jefferson Fox, Director, Research Program EWC juga menambahkan alasan kedua kedatangan EWC di Jawa Barat adalah untuk bekerja sama dalam penelitian mengenai komunitas Smart City di Indonesia khususnya Jawa Barat.

Aji pun menjabarkan bahwa Jawa Barat merupakan provinsi dengan luas 3.7 juta ha dengan 27 kota/kabupaten dan sekitar 5000 lebih pedesaan yang akan dibangun menjadi desa digital.  Ada 48 juta penduduk yang tercatat di Jawa Barat dengan 8% pengangguran.

Aji mengharapkan dengan kerja sama ini, Jawa Barat dapat meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata dan mendatangkan wisatawan dari luar tidak hanya wisatawan lokal. Selain itu juga membuat lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran di Jawa Barat.

“Ini mungkin akan menjadi awal perjalanan kita untuk bisa mewujudkan Digital Province in West Java,” kata Aji

Adapun program andalan Jabar Digital Province yang akan dijalankan dan yang sudah dijalankan adalah Jabar Digital Service, Jabar Saber Hoax, Digital Village, Government as a Platform (GaaP), Integrated Command Centre, Sapa Warga, One Data One Map, dan Startup Collaboration. Workshop akan diselenggarakan oleh Pemdaprov Jawa Barat yang bekerja sama dengan EWC pada bulan September. [] Admin/Pemdaprov Jabar



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *