Kota Bogor

Miliki Potensi Alam Luar Biasa, Kecamatan Bogor Selatan Ubud-nya Kota Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya saat memberikan arahan secara virtual dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (10/2/2021).

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kecamatan Bogor Selatan ini sangat unik. Bogor Selatan itu ‘Ubud-nya’ Kota Bogor. Maka pekerjaan rumah (PR) besar kita dua hal. Pertama, menyelesaikan masalah dan kedua menjemput berkah. Di sisi lain ada masalah di satu sisi ada berkah.

Hal ini dikemukakan Wali Kota Bogor Bima Arya saat memberikan arahan terkait Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (10/2/2021).

Bima Arya mengatakan, terkait masalah, data menunjukkan Bogor Selatan menjadi wilayah atau kecamatan dengan akumulasi warga miskin terbanyak se-Kota Bogor. Bogor Selatan juga tercatat paling banyak bencana alamnya seperti longsor, banjir dan lainnya serta persoalan double track rel ganda.

Baca juga  ODP Corona di Kota Bogor Naik Drastis jadi 142

“Rel Ganda yang sampai hari ini harus terus kita dorong agar janji kita ke warga bisa tunai dan tuntas,” katanya.

Wali Kota menuturkan, masalah harus selesai agar bisa menjemput berkah. Ia mendorong camat dan seluruh OPD untuk fokus dan memrioritaskan persoalan-persoalan yang sudah menahun ini yakni bencana alam. Ia pun setuju dengan Camat Bogor Selatan, bukan hanya membangun secara fisik, tapi membangun sistem untuk bisa mengantisipasi bencana.

“Data bencana, sistem mitigasi dan titik yang harus diperkuat. Bukan hanya fisik tapi antisipasi dan sistemnya,” jelas Bima Arya.

Ia melanjutkan, terkait menjemput berkah diakuinya Bogor Selatan merupakan kecamatan dengan potensi wilayah alam yang luar biasa. Ia pun tak segan menyebut Bogor Selatan sebagai ‘Ubud-nya’ Kota Bogor. Tak ayal Bima Arya ingin seluruh perencanaan mindsetnya ke sana. Maka dalam waktu tiga tahun masyarakat akan menyaksikan satu pertumbuhan ekonomi yang dahsyat, seperti kampung tematik Mulyaharja.

Baca juga  Pakai CSR RS Ummi, Pemkot Tata Alun-alun Empang

“Kampung Tematik Mulyaharja ini langsung bisa meningkatkan ekonomi dan pendapatan warga. Ini baru awal, baru 20-30 persen. Bisa dibayangkan kalau digarap maksimal. Desainnya harus betul-betul matang sekali,” tegasnya.

Tahun ini Kampung Tematik Mulyaharja akan terus dikembangkan dan akan membidik CSR dari BUMD atau pun kerja sama dengan perusahaan agar beberapa titik bisa diberdayakan, seperti infrastruktur dibangun, akses diperluas, titik-titik destinasi wisata disiapkan semua.

“Kami mendukung usulan warga di Musrenbang untuk membangun wisata lain di Bogor Selatan, kampung wisata air cadas di genteng, camping ground, peternakan domba di pamoyanan, agrowisata, kampung duren, kampung cerdas ramah anak di empang. Ini ide yang harus betul-betul direalisasikan,” tuturnya.

Baca juga  Gelar Workshop Pemasaran dan Edukasi Dana Pensiun, Industri DPLK Antisipasi Tantangan Digital

Bima Arya menambahkan, Pemkot Bogor juga sudah membuat kajian fasilitas olahraga di Bogor Selatan dan tahun ini sedang dilakukan penyusunan DED-nya. Bahkan, dalam waktu dekat, Bogor Selatan akan mempunyai Kampung Sunda di Batutulis yang menjadi andalan wisata Kota Bogor.

“Tahun ini disusun DED-nya, mudah-mudahan tahun depan bisa dilakukan. Semua akan bertahap dibangun,” pungkasnya. [] Hari

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top