Kegairahan Kabomania

Menanti Persikabotira Lahirkan Kegembiraan Kabomania

BOGOR-KITA.com – Persikabo U-17 mewakili Propinsi Jawa Barat berlaga dalam ajang piala Soeratin di Malang Jawa Timur. Tim kebanggan masyarakat Kabupaten Bogor ini melaju ke Malang setelah mengalahkan Persib Bandung U-17 dalam laga final dengan skor 3-2 bulan Mei 2018 lalu.

Khabar Persikabo U-17 mengalahkan Persib Bandung U-17 adalah khabar menggembirakan di tengah langkah Satgas Anti-mafia Bola yang terus mengejar empat tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) karena diduga terlibat pengaturan skor pertandingan Liga II dan Liga III musim 2018.

Dikatakan khabar gembira, karena mafia pengatur skor itu ibarat hantu bergentayangan. Mereka mengubur fair-play. Teknik canggih bermain bola, ketahanan fisik pemain menjadi tak bermakna.

Sebesar-besarnya dana yang dikucurkan untuk membangun sebuah tim yang baik, mulai dari pemilihan pelatih dan asistennya, pemilihan pemain, asupan gizi sempurna, penerapan disiplin ketat, dan lainnya, akan kandas di balik invisible hand atau tangan-tangan tak terlihat para mafia pengaturan skor.

Pelatih senior pemilik strategi hebat, bisa tampak bak pelatih kelas kampung. Demikian juga pemain berdisiplin, memiliki ketahanan fisik prima dan skill individu mumpuni, bisa tampak seperti pemain kemarin sore akibat penetrasi mafia pengaturan skor yang dengan caranya “masuk” dan mempengaruhi jalannya pertandingan.

Mafia pengatur skor membuat antara nalar dan realita menjadi dua hal yang terpisah. Mereka bahkan sering kali menjadi “provokator” yang mengadu domba antara owner dan skuad, menjadi provokator antara tim dan suporter.

Lebih dari itu, mafia pengatur skor juga membuat sponsor pelit menggelotorkan dana kecuali kepada tim yang sudah teruji memiliki suporter besar dan fanatik seperti Arek Mania (Malang), The Jack (Persija), Pasoepati (Persis Solo), Bonek (Surabaya), Bobotoh (Persib Bandung), Kabomania (Persikabo Bogor) dan beberapa lainnya.

Kita berharap Satgas Anti-mafia Bola dari kepolisian mampu mengusut dan menghukum para mafia bola itu untuk menciptakan efek jera, agar tidak lagi lahir mafia-mafia bola yang baru.

Kita juga berharap Satgas Anti-mafia bola bisa bekerjasama dengan PSSI menemukan jejak dan gurita permainan para mafia bola untuk dibuatkan sebuah sistem baru yang imun terhadap mafia pengatur skor. Sebab hanya dengan demikian sistem fair play bisa bergulir secara baik.

Sejak Xi Jinping, Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (China) gencar memajukan sepak bola. Berbagai upaya dilakukan oleh Xi Jinping untuk membangun tim sepak bola RRT agar mampu berbicara di kancah piala dunua tahun 2034.

Indonesia mungkin bisa berfikir lebih optimis. Sebab, pada dasarnya, Indonesia adalah surga sepakbola, sebaimana terlihat di kampung-kampung yang ramai dengan sepakbola tarkam (antar kampung).

Persikabo U-17 sudah memperlihatkan tajinya yang ternyata tajam. Tidak heran karena Kabupaten Bogor adalah sa­lah satu daerah yang peduli akan ke­majuan sepakbola nasional. Hal ini di­buk­tikan dengan pembinaan pemain mu­da secara berkesinambungan melalui  pelaksanaan Tur­namen Piala Emas Rachmat Yasin (PE­RY). PERY tidak saja melahirkan nenih-benih pemain senior yang andal, tetapi juga telah melahirkan dan memelihara semangat dan kegairahan bersepakbola di Kabupaten Bogor.

Persikabo senior yang sekarang yang berada di liga tiga, khabarnya melompat dan pada musim ini akan berlaga di liga satu setelah merger dengan PS Tira yang bermain di liga satu.

Prestasi Persikabo U-17, merger Persikabo-PS Tira menjadi Persikabotira, benih sepakbola bekas PERY, ditambah dengan langkah Satgas Mafia Anti-bola, melahirkan optimisme bagi Kabomania.

PS Tira sendiri adalah salah satu dari 10 tim elit (termahal) di Indonesia dengan nilai Rp60,7 miliar.  Sembilan tim lainnya adalah Bali United FC (Rp81,6 miliar), PSM Makassar (Rp65,8 miliar), Persija Jakarta (Rp65,8 miliar), PS Barito Putera (Rp64,1 miliar), PS TIRA (Rp60,7 miliar), Mitra Kukar (Rp59,9 miliar), Persib Bandung (Rp59,9 miliar), Borneo FC (Rp59,1 miliar), PSIS Semarang (Rp56,3 miliar) dan Arema FC (Rp55,8 miliar).

Atas semua itu, Kabomania bisa berharap, Persikabotira akan menghidupkan kembali kegairahan dan kegembiraan bernyanyi bersama untuk mendukung tim kesayangan bermain di stadion megah Pakansari. Semoga. (Petrus Barus, pemimpin Redaksi BOGOR-KITA.com).



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *