Pendidikan

Mahasiswa IPB University dan UPM Malaysia Cari Solusi Sampah Medis Covid-19

Mahasiswa IPB dan UPM

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Himpunan Profesi REESA (Resources and Environmental Economic Student Association) dan Himpunan Profesi FORENSA (Faculty of Forestry and Environment Students Association) Universiti Putra Malaysia menggelar Focus Group Discussion (FGD) bahas Covid-19’s Waste. Permasalahan lingkungan yang terjadi di kedua negara melatarbelakangi pengangkatan isu ini dalam kegiatan FGD.

“Covid-19 di Indonesia memberikan dampak pada timbulan sampah medis yang dapat mencapai 8.500 ton. Timbulan limbah medis seperti masker bekas pakai, botol bekas vaksin, jarum suntik, dan lain sebagainya perlu segera ditangani. Oleh karena itu, kami merumuskan solusi yang aplikatif bagi para mahasiswa di kedua universitas ini,” tutur Putri dari Himpro REESA IPB University dalam rilis IPB University diterima BOGOR-KITA.com, Sabtu (4/9/2021).

Baca juga  Pokjanal Kecamatan Bogor Timur Data Kondisi Balita Door to Door

Sementara itu, Kiri sebagai perwakilan FORENSA UPM menjelaskan bahwa permasalahan mendasar Covid-19 bagi lingkungan di Malaysia adalah medical waste, plastic waste, dan food waste.

“Mengatasi sampah medis akibat Covid-19 memang penting, namun yang lebih penting lagi adalah mengurangi kasus aktif Covid-19,” ujarnya.

FGD ini menyimpulkan beberapa solusi yang dapat diterapkan oleh mahasiswa. Yakni memulai gaya hidup ramah lingkungan, mendaur ulang, membuat pupuk kompos, mengedukasi kepada masyarakat melalui berbagai media dan yang terpenting adalah stay at home untuk memitigasi transmisi Covid-19.

“Dengan terselenggaranya kegiatan FGD tahun ini, diharapkan hubungan antara REESA dan FORENSA menjadi semakin erat dan dapat mendatangkan manfaat bagi kedua organisasi” tutup Putri. [] Hari

Baca juga  Ganjil Genap di Kota Bogor, Arus Lalu Lintas Relatif Lancar
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top