Kab. Bogor

Mahasiswa IPB Tulis Buku Hasil Riset tentang Korupsi

Kampus IPB University di Dramaga Kabupaten Bogor

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – Mahasiswa IPB University menulis buku tentang korupsi berdasarkan hasil sejumlah riset. Semua hasil riset tersebut  ditulis ulang oleh Prof Didin Damanhuri dan Prima Gandhi.

Buku tersebut Riset Ekonomi Politik Korupsi, Perburuan Rente, Kemiskinan, Ketimpangan, dan Kelembagaan Ekonomi dibedah dalam satu diskusi yang digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University dan ICMI Bogor.

Dalam rilis dari IPB University kepada BOGOR-KITA.com, Senin (1/3/2021) disebutkan, sejumlah narasumber hadir dalam acara ini, meliputi Dr Abdulah Hehamahua (Mantan Penasehat KPK), Adnan Topan (ICW), Dr Sahara (Ketua Departemen Ilmu Ekonomi IPB University) dan Dr Ahyar (Ketua Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB University), Dr Zulhamsyah (Direktur Biotrop) dan Pirli Ramdani (Penulis).

Dalam sambutannya Rektor IPB University, Prof Arif Satria mengatakan bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki modal sosial tinggi. Salah satu ciri bangsa bermodal sosial tinggi banyak orang dapat dipercaya dan tidak melakukan korupsi.

Baca juga  KKN IPB University Digelar di Daerah Asal Mahasiswa

Prof Didin Damanhuri, Guru Besar IPB University dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen mengatakan kaget dengan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Sulawesi Selatan.

Dalam paparannya dikatakan bahwa korupsi di Indonesia telah berjalan sangat panjang, praktis tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan, Modus baru korupsi sejak era reformasi dan demokrasi yang sangat menghawatirkan adalah akibat adanya “high cost of politics” dari sistem politik yang berkembang (multiparty system) baik dalam rangka Pemilu Presiden, DPR, Pilkada Gubernur dengan DPRDnya maupun Pilkada Walikota dan Bupati dengan DPRDnya masing-masing.

Sementara itu Dekan FEM Prof Nunung Nuryartono mengatakan bahwa buku ajar ini merupakan kado 20 tahun FEM IPB University. Dengan adanya buku ajar ini diharapkan ke depan semakin banyak mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University yang melakukan riset ekonomi politik menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

Baca juga  Tahun 2020, IPB University Siap Terima 4.100 Mahasiswa Baru

Adnan Topan dalam awal paparannya mengatakan sangat prihatin melihat OTT yang dilakukan oleh KPK terhadap Gubernur Sulawesi Selatan. Padahal Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah adalah salah satu role model pemimpin bersih dan sempat mendapatkan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA).

Dr Ahyar dalam kesempatan ini juga mengatakan bahwa korupsi berdampak luas terhadap keadaan sumberdaya dan lingkungan akibat makin terjadi semena-mena exploitasi sumberdaya alam (SDA) pertambangan, perkebunan, kelautan dan seterusnya dengan modus berkolusi antara “Pemegang Otoritas dan Pengusaha”.

Hal itu pada gilirannya juga berakibat terhadap kerugian negara yang makin berkali lipat, baik secara finansial maupun menipis dan rusaknya sumberdaya alam yang tidak pulih (unrenewable reseources).

Dr Sahara menyambut baik penerbitan buku ini. Selain itu ia mengatakan bahwa korupsi merupakan extra ordinary crimes yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Korupsi juga menciptakan kondisi negara mengalami kesulitan untuk memecahkan problem sosial-ekonomi (kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan), sosial-politik (rendahnya kualitas birokrasi, pemerintahan, parlemen dan peradilan) sosial-budaya (rendahnya etos kerja, karakter, ahlak penyelenggara pelayanan publik) dan hukum (sulitnya dalam penegakan hukum dan memperoleh keadilan dalam masyarakat).

Baca juga  IPB Terbaik di Asia Tenggara, Peringkat 62 Dunia

“Dengan demikian, kesemuanya akan berujung kepada rendahnya kualitas dan keberlanjutan pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan secara komprehensif dalam sistem pemberantasan korupsi sehingga menjadi lebih efektif dan berdampak terhadap perbaikan di segala bidang (sosial-ekonomi, sosial-politik, sosial-budaya dan hukum),” ujarnya.

Peserta diskusi ini diikuti oleh lebih dari 200 orang. Acara ini disponsori oleh PT BLST, IPB Press dan Biotrop. Seluruh penanya dalam acara ini mendapatkan souvenir menarik dari penitia. [] Admin

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top