KRB Jelaskan Soal Pohon Tumbang ke DPRD

Pimpinan Kebun Raya Bogor bertemu DPRD Kota Bogor

BOGOR-KITA.com – Jajaran pimpinan Kebun Raya Bogor (KRB) datang ke Gedung DPRD Kota Bogor, Selasa (20/1), guna menjelaskan tumbangnya Pohon Damar di KRB yang menewaskan 7 orang dan melukai puluhan orang lainnya beberapa waktu lalu.

Rombongan KRB berjumlah 15 orang dari unsur pimpinan dan LIPI diterima oleh Ketua DPRD Kota Bogor Untung W Maryono didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Heri Cahyono.

Heri mengatakan, musibah yang terjadi di KRB menjadi keprihatinan semua pihak. Karena itu, DPRD meminta pihak pengelola KRB untuk menjelaskan kronologis kejadian tersebut dan penyebab tumbangnya pohon itu. DPRD juga meminta pihak KRB memberikan penjelasan tentang upaya pengamanan bagi para pengunjung, karena bagaimanapun KRB menjadi tempat tujuan wisata selain merupakan kawasan konservasi.

Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan KRB, Dr Didik Widyatmoko MSc,  yang memimpin rombongan mengatakan, musibah yang terjadi merupakan pukulan terberat bagi KRB. Karena itu, pihak KRB bertanggung jawab terhadap mereka yang meninggal. Keluarganya akan diberikan santunan Rp15 juta dan biaya pemakaman. Kemudian, yang cacat permanen juga diberikan santunan Rp15 juta serta yang mengalami luka luka diberikan pengobatan hingga sembuh.

Menurut dia, untuk mencegah hal serupa, KRB sudah memesan alat deteksi pohon keropos. “Kami harus mendeteksi dan memastikan kondisi 15 ribu pohon besar, juga 30 ribu pohon sedang yang ada di KRB,” kata Didik.

Untuk deteksi itu, pihaknya menggunakan anggaran pengunjung KRB dengan nilai bersih Rp10 ribu per tiket dan rata rata di hari biasa ada 1000 sampai  2000 pengunjung, dan di hari libur 5000-6000 pengunjung. Biaya deteksi sendiri mencapai Rp500 juta sampai Rp1 milyar.

Dalam kesempatan itu, Didik mengemukakan bahwa Pohon Damar yang roboh beberapa waktu lalu itu tidak terdeteksi karena patahannya berada di ketinggian pada 4 meter di atas tanah. “Alat kami tidak bisa mendeteksi tingkat keropos batang pohon di ketinggian 4 meter. Itu di luar dugaan. Tapi, ke depan akan lebih ditingkatkan patroli dan melarang pengunjung berada di bawah pohon raksasa. Kita juga akan buat shelter tempat berlindung,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Untung W Maryono mengatakan, dengan minimnya anggaran tentu saja menjadi keprihatinan semua pihak. KRB memegang peran penting dan menjadi kebanggaan Kota Bogor.  “Ke depan kita akan usulkan agar KRB mendapat tambahan dana APBD atau APBN untuk perawatan agar performace KRB betul-betul aman,  nyaman serta indah,” janji Untung. [] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *