Iwan Setiawan hadiri peringatan Harganas, Senin (29/6/2020)

Kabupaten Bogor Targetkan 52.279 Akseptor KB

BOGOR-KITA.com, PARUNGPANJANG – Harganas tahun 2020, diisi dengan kegiatan sejuta akseptor KB yang bekerjasama dengan Mabes TNI, mulai tanggal 22 hingga 29 Juni 2020. Untuk Kabupaten Bogor ditargetkan ada 52. 279 akseptor.

Hal tersebut dikemukakan Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan saat menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 tingkat Kabupaten Bogor di Puskesmas Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Senin (29/6/2020).

Iwan menjelaskan, kegiatan penyerapan akseptor Keluarga Berencana (KB) tersebut dimulai dengan mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk ikut KB. Dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, sambung Iwan, sesuai dengan jumlah penduduk, maka setiap kecamatan ditargetkan bisa merekrut akseptor KB sebanyak 1 persen. “Misalnya satu kecamatan ada 70 ribu warga, maka ditargetkan sebanyak 700 warga bisa menjadi akseptor KB,” jelasnya.

Iwan menegaskan, peringatan Harganas bertujuan agar semua orang dapat menjaga kesehatan keluarganya masing – masing, sekaligus bisa lebih dekat lagi dengan keluarga. “Harapan saya, Program Harganas di Kabupaten Bogor bisa menjadi acuan terbaik di Indonesia. Dengan melibatkan TNI, tentu bisa lebih baik lagi,” ujar Iwan.

Politisi Gerindra ini juga berharap, peringatan Harganas tidak hanya menjadi kegiatan seremonial biasa, namun harus mampu mengambil esensi yaitu lebih peduli dan lebih peka terhadap keluarga.

“Dengan adanya kegiatan peringatan Harganas, harus ada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, dengan menjadi manusia sejahtera dan manusia unggul. Dan semua itu bisa dimulai dari program Keluarga Berencana,” katanya.

Iwan  juga mengatakan, kegiatan Harganas tahun 2020 dilaksanakan sederhana karena masih berlakunya penerapan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Bogor.

Dalam kegiatan tersebut, Wabup Bogor pun menyempatkan diri melakukan peninjauan langsung  ke sejumlah ruangan yang ada di Puskesmas Parungpanjang, serta melakukan interaksi dengan beberapa pasien dan petugas medis yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). [] Fahry



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *