Kota Bogor

Jumling di Kampung Pabuaran, Dedie ‘Belanja Masalah’

dedie

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Program Salat Jumat Keliling (Jumling) dan sapa warga kembali dilakukan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Jumling kali ini bertempat di Masjid Al – Ikhsan, Kampung Pabuaran, Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Jumat (22/7/2022).

Lewat program Jumling ini, Dedie berharap masalah yang ada di wilayah bisa tertampung dan terselesaikan. Seperti yang biasa dilakukan, jumling sekaligus sapa warga ini menyasar hampir seluruh rumah warga di wilayah yang dikunjungi sambil membawakan bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor.

Berbagai permasalahan ‘dicurhatkan’ warga saat bertemu langsung dengan pimpinan di Kota Bogor itu. Mulai dari soal infrastruktur, sosial, kesehatan, kepemudaan hingga pendidikan anak usia dini ikut jadi perhatian.

Baca juga  Ade Ajak Semua Elemen Introspeksi

“Alhamdulillah kami sedang menggarap pembangunan menara Masjid Al-Ihsan. Karena yang dulu itu kami bongkar total untuk menjaga safety, karena masjid kita ada di tengah – tengah pemukiman warga,” ungkap perwakilan DKM Masjid Al – Ikhsan, Rahmat Ginanjar di hadapan Dedie.

Di samping itu, para ketua RW dan RW, LPM, hingga karang taruna juga ikut menyampaikan aspirasi di tengah kunjungan Dedie ke wilayah. Salah satunya soal pemerataan bantuan bagi warga kurang mampu dan jaminan kesehatan.

Berangkat dari permasalahan – permasalahan tersebut, Dedie meminta warga untuk juga turut serta membantu pemerintah dalam menjalankan program. Termasuk program yang ada di wilayah.

“Tolong dibantu juga, misalnya ini ada dari karang taruna. Bantu melakukan pemetaan permasalahan yang ada di wilayah masing – masing. Saya ingin kerja samanya,” harap Dedie.

Baca juga  Cegah Gratifikasi di Lingkup Pemkot Bogor, Dedie Beri Pengarahan ASN

Dari sekian waktu saat turun ke wilayah, Dedie mengaku sering mendapat permasalahan tentang pendidikan. Bahwa dari sekian banyak anak di Kota Bogor mengalami putus sekolah. Untuk itu, harus ada solusi konkrit untuk menyelesaikan permasalahan putus sekolah tersebut.

“Makanya kenapa saya selalu ingin mengunjungi dan menyapa anak – anak saat ke wilayah. Saya berikan susu. Itu sebagai simbol perhatian kami kepada anak – anak. Agar mereka bisa betul – betul sekolah dengan rajin, dengan sungguh – sungguh sampai setinggi mungkin,” harapnya. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top