Presiden Jokowi

Jokowi Minta Detail Produksi dan Vaksinasi Covid-19 Dalam Dua Pekan

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk membuat rancangan produksi vaksin covid-19 dan vaksinasinya kepada masyarakat secara terperinci dalam dua pekan ke depan, agar pelaksanaanya dapat berjalan lancar sesuai yang diharapkan.

Hal ini diungkapkan Presiden Jokowi pada rapat terbatas penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/9/2020).

Presiden ingin saat vaksin tiba, terkoordinasi dengan optimal. Adapun vaksin rencananya tiba di Indonesia pada bulan November hingga Desember sebanyak sekitar 30 juta vaksin produksi Sinovac China dan G42 Uni Emirat Arab.

“Saya minta untuk rencana vaksinasi, suntikan vaksin direncanakan detail seawal mungkin. Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail,” ucap Jokowi.

Jokowi menjelaskan, perencanaan itu harus dibuat mulai dari jadwal vaksinasi hingga siapa yang akan mendapat vaksin pertama kali. Ia menegaskan perencanaan itu perlu disusun agar vaksin yang sudah diproduksi dapat langsung didistribusikan kepada warga.

“Perencanaan detail, kapan dimulai, lokasinya di mana, siapa yang melakukan, siapa yang divaksin pertama. Semua harus terencana dengan baik, sehingga saat vaksin ada tinggal implementasi pelaksanaan di lapangan,” ujar Jokowi.

Baca juga  IPB dan Kemenaker Tingkatkan Kualitas Petani melalui BLK

Jokowi mengingatkan, ketersediaan vaksin covid-19 akan menjadi pengubah alias game changer dalam perang global melawan pandemi. Ia pun menargetkan vaksin covid-19 bisa mulai disuntikkan ke masyarakat pada awal 2021.

Sementara pemerintah sendiri terus mengembangkan vaksin, baik secara mandiri maupun kerja sama dengan pihak asing. PT Bio Farma, perusahaan farmasi BUMN tengah bekerja sama dengan perusahaan China, Sinovac, dan sedang melakukan uji coba tahap ketiga vaksin covid-19 di Bandung.

Kemudian PT Kimia Farma (Persero) dan PT Indo Farma (Persero) dengan perusahaan teknologi kesehatan asal Uni Emirat Arab, G42. Secara mandiri, Indonesia juga tengah mengembangkan vaksin lewat LBME Eijkman yang diberinama vaksin Merah Putih.[] Anto



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *