Sandiaga Uno: Disruptive Leader Harus Memiliki 3 C

BOGOR-KITA.com BANDUNG –  Ada 3C yang harus dimiliki seorang pemimpin di era disrupsi 4.0 sekarang ini yakni, competence, consistency, character.

“Disruptive leaders berarti seorang pemimpin harus mampu membangkitkan optimisme masyarakat dengan meningkatkan kapasitas, konsistensi, dan karakter. Keinginan menjadi disruptive leaders berarti pemuda tak boleh semangat hanya di awal saja, melainkan mesti tangguh, dan memiliki value yang baik serta akhlak karimah.

Hal ini dikemukakan Sandaga Uno dalam perhelatan akbar bertajuk Future Leader Challenge (FLC) 2020 yang digelar BAKTI NUSA secara daring, Minggu (27/9/2020).

BAKTI NUSA diinisiasi oleh Dompet Dhuafa Pendidikan. Sedang  FLC merupakan perhelatan nasional sebagai sarana pengembangan kemampuan kepemimpinan untuk enam puluh penerima manfaat BAKTI NUSA terpilih dari empat belas kampus besar di Indonesia seperti UI, IPB, UNPAD, ITB, UGM, UNS, UNSRI, UNAIR, ITS, UNDIP, UB, UNAND, UNSOED, dan USU.
Dalam kesempatan itu Sandiaga Uno mengajak peserta menjadi pemimpin di tengah turbulensi yang dialami dunia akibat guncangan pandemi covid-19. Dalam perubahan besar saat ini, kata Sandi, sapaan akrab Sandaga Uno, calon pemimpin dituntut mampu memantik ide-ide kekinian sehingga melahirkan inovasi. Disruptive leader diharapkan menjadi sosok solutif bagi semua kalangan, menghindari adanya benturan kepentingan, dan mengesampingkan keuntungan pribadi.

“Krisis adalah peluang yang membuka kesempatan serta peluang kepada pemuda untuk melihat masalah di sekitar dan mampu mengajari mereka melakukan pendekatan berbasis solusi bahwa ini bukan tentang diri sendiri melainkan tentang hajat hidup orang banyak. Tugas disruptive leader ialah bertanya pertanyaan dasar dan betul-betul mengaspirasi dan menginspirasi agar bisa mengatasi tantangan bangsa untuk terus maju,” ujar Sandiaga Uno.
Dikatakan, ada 3C yang harus dimiliki seorang pemimpin, yakni competence, consistency, character. Disruptive leaders berarti seorang pemimpin harus mampu membangkitkan optimisme masyarakat dengan meningkatkan kapasitas, konsistensi, dan karakter.

Baca juga  Pilkada 2020, Ketua Dewan Pers Ingatkan Media Tak Berpihak

“Keinginan menjadi disruptive leaders berarti pemuda tak boleh semangat hanya di awal saja, mereka mesti tangguh, dan memiliki value yang baik serta akhlak karimah,” kata Sandi yang dikenal sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan Parbowo Subianto dalam Pilpres 2018..

Selain Sandi, hadir di FLC 2020 beberapa tokoh nasional, meliputi Ir.Jamil Azzaini, M.M, Inspirator, CEO Kubik Leadership; dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG, Kepala BKKBN, eks Bupati Kulon Progo; Dr. Emil E Dardak, B.Bus., M..Sc, Wakil Gubernur Jawa Timur; dan Prof.Dr. H. Irwan Prayitno, S.Psi., M.Sc, Gubernur Sumatra Barat.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, kepemimpinan disruptive merupakan kepemimpinan yang mendistrupsi dalam artian positif dengan membawa teroboson pemikiran tidak biasa atau out of the box.

“Kala pandemi seperti saat ini banyak hal berubah dengan cepat, dan kalau pemuda tidak mengikuti ritme perubahan tersebut maka akan tertinggal. Sebab bukan hanya kita melakukan perubahan, tetapi orang lain bahkan teknologi. Contohnya di Jepang, teknologi telemedicine dikembangkan secara besar-besaran sehingga memberikan distrupsi bagi dunia kesehatan,” terang Emil.

Baca juga  Kota Bogor akan Menjadi Green City, Heritage City dan Smart City

Untuk mendukung semua perubahan yang ada, Emil menekankan perlunya peningkatan kualitas pendidikan.“Diperlukan pendidikan vokasi berkualitas dan gratis agar pendidikan dapat dijangkau seluruh kalangan. Selain itu perlu adanya millennial job center untuk menghasilkan lapangan pekerjaan dan menciptakan pengusaha-pengusaha muda kompetitif,” tegas Emil.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, H.Ganjar Pranowo, S.H.,M.I.P, menyatakan, kita butuh sharing kolaborasi dan menampilkan ide-ide brilian yang tidak menyakiti hati dalam menyelesaikan persoalan. Kita butuh inovasi dan kreasi yang bisa membantu persoalan yang ada dimasyarakat.

“Ini cara berbakti kepada nusa dan bangsa, selalu mencintai tanah air dengan karya-karyanya. Mulai sekarang Anda sudah memimpin baik untuk diri sendiri, atau untuk orang di sekitar, dan untuk kemaslahatan umat manusia. Salam untuk semuanya, jangan lupa pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan anda harus mengedukasi masyarakat sekitar.

Hasto Wardoyo menegaskan, tidak cukup inovasi, tetapi harus ada revolusi atau reformasi. “Tidak cukup inovasi, namun butuh revolusi atau reformasi. Harus ada perubahan yang sifatnya mendasar untuk mengubah suatu keadaan. Revolusi berarti ada perubahan cara pandang masyarakat agar tidak melakukan business as usual. Pemimpin harus mempunyai cita-cita yang tinggi. Perubahannya dimulai dari diri sendiri agar bisa berkinerja lebih baik,” ujar dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG.

Baca juga  PSBB Hari ke-27 di Jakarta: Tertular Baru Turun, 83 Menjadi 4.770 Orang

Prof.Dr. H. Irwan Prayitno mengatakan, pemikiran out of the box bukan monoton harus dimiliki pemimpin dalam mencapai tujuan seiring perkembangan jaman. “Pemimpin juga harus bermanfaat bagi masyarakatnya,” tutup Prof.Dr. H. Irwan Prayitno.

Meskipun dilaksanakan secara daring, namun antusiasme warganet membludak. Hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti sesi Mega Inspiring Talk (MIT) yang akan dihelat pada Minggu (27/09), Sebanyak 272 aktivis mahasiswa penerima Young Leader 2020 dari 60 kampus di Indonesia dan 500 peserta umum ambil bagian menjadi saksi sejarah akan terciptanya Disruptive Leaders di Indonesia.

FLC 2020 berlangsung pada 12-27 September 2020 yang dilaksanakan secara daring via ZOOM. Mengusung tema “Kolaborasi Kebaikan untuk Indonesia Berdaya”, FLC 2020 menggabungkan kepemimpinan nasional berlandaskan pengetahuan dan kompetensi milenial dalam mewujudkan Indonesia Berdaya.

Menurut Muhamad Saepudin, Supervisor BAKTI NUSA, para pemuda butuh wadah khusus menampung potensi besar mereka. Diharapkan, FLC 2020 dapat menginspirasi dan memacu mereka menyelesaikan masalah di era teknologi sebagai disruptive leaders. [] Admin/Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *