Mariangela Simao

WHO Perkirakan Kematian Covid 19 Sampai 2 Juta Sebelum Vaksin Merata

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Sejak awal virus covid-19 menyebar, jumlah kematian dunia akibat pandemi tersebut nyaris mencapai 1 juta orang (999.146/sampai Minggu (27/9/2020)).  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah kematian global akan bisa mencapai 2 juta orang, sebelum vaksin ampuh secara merata digunakan.

WHO mengimbau kepada seluruh negara untuk bersama-sama melakukan tindakan untuk mengekang pandemi covid 19. “Jika kita tidak melakukan itu semua, (2 juta kematian) … tidak hanya dibayangkan, tetapi sangat mungkin terjadi,” kata Mike Ryan, ketua program kedaruratan badan PBB yang juga pengurus WHO dalam konferensi pers, Sabtu (26/9/2020).

“Kita tidak keluar dari hutan mana pun, kita tidak keluar dari hutan di Afrika,” sambung Ryan.

Menurut Ryan, kaum muda seharusnya tidak disalahkan dalam lonjakan infeksi baru-baru ini, meski muncul kekhawatiran bahwa mereka mendorong penyebaran virus setelah pembatasan dan penguncian di seluruh dunia dilonggarkan. “Pertemuan orang dengan segala usia di ruangan tertutup mendorong epidemi,” tutur Ryan.

WHO masih berdiskusi dengan China mengenai kemungkinan keterlibatannya dalam skema pembiayaan Covax, yang dibentuk untuk menjamin akses global vaksin covid-19 secara cepat dan merata. Sementara pekan depan merupakan batas waktu untuk bergabung dengan skema tersebut.

Baca juga  WHO: Covid-19 Bukan Pandemi Terakhir, Masyarakat Dunia Perlu Bersiap

“Kami sedang berdiskusi dengan China mengenai peran yang mungkin mereka mainkan saat kami mengalami progres,” kata Bruce Aylward, penasihat senior WHO sekaligus ketua program ACT-Accelerator untuk mendukung vaksin, obat serta diagnostik melawan covid-19.

Ia memastikan bahwa Taiwan menandatangani skema tersebut, bahkan meski pihaknya bukanlah anggota WHO, sehingga menambah total partisipan menjadi 159 negara.

“Pembicaraan dengan China juga membahas kemungkinan ekonomi terbesar kedua dunia tersebut memasok vaksin untuk skema Covax,” kata Bruce.

Sementara menurut asisten Dirjen WHO, Mariangela Simao, pihaknya pada Sabtu, menerbitkan draf kriteria penilaian penggunaan darurat vaksin covid-19 guna membantu mendampingi produsen obat saat uji klinis vaksin yang sudah dalam tahap lanjutan.

Sebelumnya pada Jumat pejabat kesehatan China menyebutkan WHO memberinya dukungan untuk mulai memberikan vaksin covid-19 eksperimental kepada masyarakat, bahkan saat uji klinis masih berlangsung. [] Anto



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *