Bendera Merah Putih Raksasa Kembali Terbentang di Puncak Gunung Munara
BOGOR-KITA.com, RUMPIN — Bendera Merah Putih raksasa berukuran 17 x 8 meter kembali terbentang di sisi tebing puncak Gunung Munara, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/8/2026).
Pemasangan bendera tersebut merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini menjadi pelaksanaan yang kesembilan.
Kegiatan diawali dengan kirab bendera sejauh hampir 3 kilometer dari Kantor Kecamatan Rumpin menuju kawasan Gunung Munara. Kirab dipimpin Camat Rumpin Icang bersama Danramil 0621-19/Rumpin Kapten Infanteri Mulyadi.
“Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun dalam peringatan HUT RI. Tujuan utamanya menumbuhkan semangat perjuangan, rasa nasionalisme dan cinta tanah air bagi semua warga, terutama para generasi muda penerus bangsa,” ujar Icang.
Sekitar 500 peserta dari berbagai unsur masyarakat mengikuti kirab tersebut. Mereka terdiri atas pelajar SMP dan SMA, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, TNI, komunitas pecinta alam, serta elemen masyarakat lainnya.
Menurut Icang, peserta tidak hanya berasal dari Kecamatan Rumpin dan Kabupaten Bogor, tetapi juga dari daerah lain, di antaranya Depok dan Tangerang. Kirab juga diiringi marching band SMP Negeri 1 Rumpin.
Ia berharap kegiatan kirab dan pemasangan bendera raksasa tersebut dapat menumbuhkan semangat perjuangan serta kecintaan terhadap tanah air.
“Makanya bendera raksasa dibuat dengan ukuran 17 x 8 meter. Ini untuk mengingatkan kita bahwa hari kemerdekaan 17 Agustus itu diraih dengan pengorbanan air mata, darah, harta, bahkan jiwa para pejuang,” katanya.
Danramil 0621-19/Rumpin Kapten Infanteri Mulyadi mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan kirab dan pemasangan bendera Merah Putih raksasa tersebut.
“Saya atas nama Danramil, Kapolsek dan Camat Rumpin menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat atas peran sertanya dalam mendukung kegiatan ini,” ucap Mulyadi.
Menurut Mulyadi, proses kirab hingga pemasangan bendera di puncak Gunung Munara membutuhkan keberanian, ketelitian, serta semangat dan kecintaan terhadap bangsa dan negara.
“Nilai-nilai perjuangan dan kecintaan yang tulus ikhlas kepada bangsa dan negara itulah yang harus terus dijaga bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, Peltu Sopir, pembina komunitas The Green, mengatakan sekitar 100 peserta terlibat dalam proses pemasangan bendera hingga ke puncak Gunung Munara.
Pemasangan dilakukan oleh 10 anggota komunitas. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan doa bersama.
“Bendera pusaka Merah Putih berukuran 17 x 8 meter terbentang di lereng tebing puncak Gunung Munara dengan ketinggian sekitar 368 meter di atas permukaan laut,” jelasnya.[] Fahry
