IPW Kecam Penangkapan 8 Tokoh

IPW: 7 Tugas Menanti Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian

Neta S Pane

BOGOR-KITA.com – Mulai Sabtu (13/6/2015), Irjen Tito Karnavian sudah bekerja sebagai Kapolda Metro Jaya. Tampilnya Irjen Tito Karnavian sebagai Kapolda Metro Jaya menunjukkan Polri mulai mempercepat proses kaderisasi kepemimpinannya. Memang tampilnya Tito sempat mengejutkan banyak pihak, sebab dia adalah kader yang sangat muda dari Akpol 87. Namun kepiawainnya selama memimpin Densus 88 membuat banyak pihak merasa yakin Tito mampu menjaga keamanan ibukota Jakarta.

“Indonesia Police Watch (IPW) melihat ada tujuh tugas utama yang harus segera dikerjakan Tito sebagai Kapolda baru,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pne dalam siaran pers yang ikirim ke BOGOR-KITA.com, Sabtu (13/6/2015)  . Pertama, mengendalikan atau melakukan rekayasa lalulintas kota Jakarta agar ibukota tidak terus menerus terperangkap dalam kemacetan lalulintas, yang makin "menggila". Di era sejumlah Kapolda Metro Jaya sebelumnya bisa dikatakan gagal total menangani kemacetan lalulintas Jakarta. Untuk itu Tito Karnavian perlu didukung oleh keberadaan jajaran Direktorat Lalulintas yang mumpuni dalam melakukan rekayasa lalulintas.

Kedua, belakangan ini aksi perampokan bersenjata api di Jakarta makin marak, terutama terhadap minimarket di pinggiran. Sebagai Kapolda, Tito Karnavian harus mampu mengatasi berbagai aksi perampokan bersenjata api dan segera menangkap para pelakunya. Dalam hal ini Tito perlu didukung oleh keberadaan jajaran pimpinan reserse yang mampu bekerja cepat, tepat, dan tidak hanya asyik dengan pencitraan.

Ketiga, aksi terorisme yang sudah hilang dari ibukota harus tetap dipertahankan agar jangan muncul lagi. Tito sebagai perwira yang ahli di bidang pengendalian terorisme tentunya diuji selama memimpin Polda Metro Jaya. Keempat, aksi-aksi percaloan di pusat-pusat pelayanan kepolisian, terutama di lingkungan lalulintas harus benar-benar bisa dihabisi dan bukan sekadar basa basi. Kelima, aksi-aksi penjebakan yang dilakukan oknum-oknum polisi di titik-titik strategis, dengan dalih penertiban lalulintas dan operasi "siluman" harus benar-benar ditertibkan, dengan cara aparat Propam "memburu" mereka. Keenam, keberadaan mobil patroli atau motor patroli di daerah-daerah rawan dan strategis perlu ditingkatkan, terutama malam hari. Ketujuh, keberadaan jalur sepeda motor perlu dipikirkan, terutama untuk kawasan Jakarta Utara. Sebab angka kematian akibat pengendara sepeda motor dilindas truk-truk besar kian meningkat.

“Tidak mudah bagi Tito untuk menjalankan ketujuh tugas utama ini. Namun dengan tekad yang kuat ditambah dukungan jajaran yang mumpuni tentunya Tito akan bisa melakukannya, setidaknya melakukan perubahan dan peningkatan kinerja dari era kapolda sebelumnya



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *