IPM Menyalurkan Donasi Gerakan Lawan Covid-19 Rp2000

BOGOR-KITA.com, LEUWILIANG – Kali ini kerelawanan muncul dari organisasi pelajar, yakni Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting Cibeber I. Organisasi pelajar di tingkat ranting ini ikut bergabung untuk mendistribusikan donasi yang dihimpun oleh Gerakan Lawan Corona 2000 rupiah, berupa pembagian masker gratis dan penyemprotan cairan disinfektan di rumah-rumah warga dan di masjid di Kp. Cibeber III Desa Cibeber I Kecamatan Leuwiliang. Terlihat jelas bagaimana antusias Pelajar Muhammadiyah Tersebut dalam membangun kesukarelawanan ditengah pandemi ini. Begitupun warga sangat memberikan apresiasi terhadap bantuan yang disalurkan melalui gerakan lawan covid-19 2000 rupiah tersebut.

Dalam keterangan pers diterima BOGOR-KITA.com, disebutkan, Chikal Akmalul Fauzi, yang merupakan Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting Cibeber I mengatakan, kesukarelawanan harus dimiliki oleh semua komponen masyarakat, termasuk kalangan pelajar, terlebih dalam kondisi pandemi covid-19 ini. Masyarakat sangat membutuhkan berbagai media untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di tengah-tengah masyarakat, seperti masker, hand sanitizer, penyemprotan disinfektan dan lain-lain. Karena di kp. Cibeber III ini masih melaksanakan sholat jum’at, maka penyemprotan disinfekatan dipusatkan di mesjid dan masker akan dipergunakan jama’ah dalam melaksanakan sholat jum’at pada hari ini.

Masker tersebut diserahkan secara simbolis kepada tokoh masyarakat bapak. Memed Zaenudin sebanyak 150 masker yang kemudian secara bersama-sama dibagikan ke rumah-rumah di kp. Cibeber III. Memed Zaenudin selaku tokoh masyarakat sangat berterima kasih kepada para pelajar yang mempunyai kepedulian terhadap warga, karena di Cibeber III belum ada yang memberikan bantuan tersebut, sedangkan masyarakat dituntut selalu menggunakan masker setiap beraktifitas di luar rumah.

Chikal bersama teman-temanya yang bergabung dalam kepengurusan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting Cibeber, akan terus  melakukan gerakan kerelawanan. Akan melakukan apa saja yang bisa dilakukan, sekecil apapun tentu akan sangat bermanfaat baik untuk proses pemberlajaran para pwlajar tersebut, tentu saja bagi masyarakat yang membutuhkan.

Terpisah, Yusfitriadi sebagai Ketua Yayasan Visi Nusantara Maju, sebagai salah satu penggagas Gerakan Lawan Covid-19 2000 rupiah, memberikan apresiasi yang tinggi, bangga dan haru terhadap para pelajar Muhammadiyah tersebut. Di tengah tidak banyaknya kelompok pelajar yang bergerak ditengah-tengah masyarakat, para pelajar muhanmadiyah ini maju bersama warga ikut memberikan kontribusi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Dia juga mengatakan, prinsipnya gerakan kesukarelawanan yang digemakan oleh Gerakan Lawan Covid-19 2000 rupiah ini, terbuka untuk siapapun, kelompok masyarakat manapun dan dari wilayah manapun. Karena gerakan ini dibangun dalam upaya membangun gerakan kemanusiaan bagi siapapun yang membutuhkan. Gerakan cinta terhadap kemanusiaan adalah kewajiban seluruh umat manusia.[] Admin 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *