Prof Dr Arif Satria dalam acara International Vocational Education Seminar yang digelar di IPB International Convention Center (IICC) Bogor, Rabu (4/12/2019).

IPB Rekonstruksi Kurikulum 2020 Berbasis Pendidikan 4.0

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA –  Saat ini IPB University sedang mencurahkan energinya untuk merekonstruksi kurikulum menjadi kurikulum 2020 agar tercapai tujuan pendidikan IPB 4.0. Pendidikan IPB 4.0 ini ingin menghasilkan pelajar yang gesit dan tangguh.

Hal ini dikemukakan Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria saat memberikan sambutan dalam acara International Vocational Education Seminar yang digelar di IPB International Convention Center (IICC) Bogor, Rabu (4/12/2019).

Arif Satria mengatakan, teknologi 4.0 tidak hanya tentang drone, blockchain, kecerdasan buatan atau internet of things (IoT), tetapi revolusi 4.0 adalah masalah pola pikir, mengubah cara berpikir, cara berperilaku, termasuk kepemimpinan.  

“Oleh karena itu, materi kuliah yang diberikan kepada siswa harus memiliki konten terbaru, “ ucapnya.

Karena itu, katanya, harus ada perbaharuan perkembangan materi perkuliahan. Terutama di bidang ekonomi dan teknologi. Harus up to date dengan perkembangan saat ini.  Menyesuaikan materi kuliah dengan perkembangan teknologi dan industri saat ini dapat menghadirkan suasana industri di Sekolah Vokasi IPB University. 

“Kami juga berupaya menghubungkan dan mencocokkan antara universitas dan dunia industri. Sekolah Vokasi didirikan untuk dapat beradaptasi dengan pengembangan keterampilan dan pengembangan pekerjaan yang begitu dinamis,” tambahnya.

Menurutnya, kurikulum ini akan menggunakan pengembangan pola pikir dan keterampilan baru dan lanjutan. Kurikulum dirancang dengan mengintegrasikan hard skill dan soft skill untuk menghasilkan siswa sebagai pelajar yang gesit dan kuat. Memberikan ruang atau fleksibilitas bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri dan wawasan mereka,  memberikan ruang bagi dosen untuk menerapkan metode pembelajaran kreatif, serta menerapkan penilaian hasil belajar yang lebih bervariasi.

“Pembelajar yang tangkas membutuhkan 16 keterampilan untuk abad ke-21. Sebagai literasi dasar, mahasiswa akan mengembangkan keterampilan literasi, berhitung, ilmiah, informasi dan komunikasi, keuangan, keterampilan budaya dan kewarganegaraan. Adapun untuk kompetensi mahasiswa, mereka akan belajar keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas karakter, mahasiswa akan dibimbing untuk mengembangkan rasa ingin tahu, inisiatif, ketekunan, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, keterampilan kesadaran sosial dan budaya mereka. Kami percaya bahwa semua keterampilan ini akan dapat menjawab tantangan sumber daya manusia di masa depan,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Dekan Sekolah Vokasi IPB University, Dr Arief Daryanto, tantangan yang dihadapi saat ini adalah adanya mindset masyarakat terhadap pendidikan vokasi yang masih menjadi  second choice.

“Saat ini Sekolah Vokasi sudah bekerjasama dengan pemerintah Jawa Barat untuk mengembangkan peran vokasi dalam menumbuhkan perekonomian daerah dan untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Jawa Barat. Untuk itu, pada kesempatan ini, kami akan melihat model terbaik dari berbagai negara yang telah menyelenggarakan Sekolah Vokasi. Yang hadir hari ini, ada yang dari Jerman, Belanda dan negara-negara di Asia Tenggara,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima BOGOR-KITA.com, Jumat (6/12/2019). [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *