Kab. Bogor

IPB – LAPAN Gelar Pelatihan Sistem WebGIS dan INA-Alert, Monitoring Tutupan Lahan

Dr Nandi Kosmaryandi, Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan, Fahutan IPB University

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – IPB University melalui Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggelar pelatihan secara daring mengenai penggunaan WebGIS Ecosystem dan Aplikasi Android INA-Alert dalam pemantauan tutupan lahan, Selasa (22/12/2020).

Dalam rilis dari IPB University kepada BOGOR-KITA.com,  Dr Nandi Kosmaryandi, Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan, Fahutan IPB University, mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan upaya dalam mencapai efisiensi dalam penggunaan teknologi secara optimal.

Dalam mewujudkannya, terdapat tiga hal yang mesti dicermati. Yakni hardware, software, dan brandware.

Dengan begitu, sajian data dan informasi yang diterima menjadi aktual. Harapannya ke depan, tersedia brandware yang memadai di tiap stakeholder, terutama di pemerintah daerah.

Menurut Dr Kustiyo, narasumber pelatihan dari LAPAN, IPB University telah lama menjalin kerjasama dengan LAPAN dalam pemantauan vegetasi.

Baca juga  Dosen IPB University Kupas Potensi Rumput Laut di Kabupaten Bekasi

Kegiatan tersebut merupakan mandat dalam menyediakan data satelit penginderaan jauh baik resolusi rendah, sedang, maupun tinggi. Berbagai tingkatan resolusi yang didapatkan dari data satelit diperlukan untuk early warning, mapping dan validasi.

Hasil penginderaan tersebut kemudian diolah otomatis dalam periode delapan harian. Hasilnya kemudian diteruskan ke IPB University, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) LAPAN.

Data vegetasi berupa area berawan tersebut diolah menjadi data estimasi melalui interpolasi dengan berbagai metode. Data tersebut nantinya digunakan untuk kepentingan monitoring di vegetasi.

Saat ini, IPB University sudah menempatkan server pengolahan data di LAPAN, sehingga IPB University dapat langsung menggunakan berbagai macam aplikasi tanpa mengunduh data terlebih dulu dari LAPAN. Pengolahan data tersebut dilakukan otomatis setiap delapan hari dan selalu terdapat notifikasi dan langsung dapat diunduh.

Baca juga  Pandemi Covid-19, Industri DPLK Tumbuh 11 Persen

Ia juga menyebutkan bahwa algoritma digital sangat penting sebagai syarat radiometrik yang terkualifikasi. Adapun metode tersebut diterapkan dengan menambahkan data topografi yang dapat mengoreksi daerah-daerah bergunung. Metode tersebut sudah diimplematasikan di seluruh wilayah Indonesia. Lebih lanjut dikatakannya bahwa perlu kerjasama lebih erat untuk pemanfaatan data pengideraan jauh dengan harapan dapat ditemukan teknologi yang mendapatkan data dengan resolusi tinggi.

“Dan kita akan selalu menjalin kerjasama dengan IPB University, berusaha lebih mempererat dalam pemanfaatan penginderaan jarak jauh,” ungkapnya.

Selain penjelasan mengenai pemantauan tutupan lahan dengan WebGIS Ecosystem, demo  WebGIS untuk mendapatkan informasi spasial tutupan lahan juga dilakukan oleh Benni Purwonegoro, SKom, dari Badan Informasi Geospasial.

Ia membagikan pelatihan mengenai pengenalan platform sistem WebGIS, demo mengenai jenis data dan menunya serta kapabilitas aplikasi tersebut.

Baca juga  Dirut RSUD Kota Bogor Imbau Masyarakat Tak Takut Divaksin

Sedangkan Dr Alvin Fatikhunnada, peneliti Informatika Pertanian yang juga alumnus program Doktor Teknik Pertanian IPB University membagikan mengenai pengenalan aplikasi INA-Alert.

Pada hari kedua, Sahid Agustian Hudjimartsu, ST, MKom dari Universitas Ibnu Khaldun akan menyampaikan Validasi dan Verifikasi Early Warning Detection menggunakan INA-Alert dan Aryo Adhi Condro, SSi, MSi dari Laboratorium Geo-Environmental and Geo-Spatial Modelling, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE), Fahutan IPB University akan memperagakan Penggunaan Oraktis Dashboard WebGIS Ecosystem – Commodity Mapping.

Sebagai penutup, Dr Yudi Setiawan dari Divisi Analisis Lingkungan dan Geo-Spasial Modelling, Departemen KSHE, Fahutan IPB University akan menyampaikan Arah Pengembangan Sistem Pemantauan Tutupan Lahan, Ecosystem dan INA-Alert. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top