Prof Dr Dyah Iswantini, peneliti fan dosen IPB University dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA),

IPB: Kunci Pepet dan Asam Gelugur Terbukti Mampu Bikin Langsing

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – Sejumlah tanaman obat Indonesia seperti daun jati belanda, bangle, kemuning, daun asam jawa, asam gelugur, rimpang kencur, lengkuas dan kunci pepet bisa dimanfaatkan sebagai anti obesitas dengan pendekatan penentuan daya inhibisinya terhadap enzim lipase pankreas secara in vitro.

Dalam rilis dari IPB University yag diterima BOGOR-KITA.com, Senin (14/9/2020), peneliti sekaligus Dosen IPB University dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof Dr Dyah Iswantini mengatakan hasil penelitian menunjukkan bahwa formula pelangsing berbasis kunci pepet dan asam gelugur mampu menurunkan bobot badan hewan sebesar 11.22 persen selama 12 hari. Formula menunjukkan tidak toksik berdasarkan uji toksisitas akut.

Hasil penelitian anti obesitas ini memperoleh penghargaan dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi, RI bekerjasama Business Innovation Center (BIC) sebagai salah satu 103 Inovasi Paling Prospektif Indonesia pada tahun 2011.

Selain itu formula pelangsing yang telah didaftarkan oleh tim peneliti untuk melindungi hak kekayaan intelektual penemu berhasil memperoleh anugerah paten, yaitu Sertifikat  Paten   Formula Ekstrak Asam Gelugur dan Kunci Pepet sebagai Pelangsing, tertanggal 4 Juni 2 018.

Baca juga  Dosen IPB Mengabdi ke Desa-desa, Berikan Solusi bagi Masyarakat Lingkar Kampus

“Penelitian yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari tahun 2015 sampai dengan 2018 dan dilanjutkan pendanaan lanjutan untuk tiga tahun ke depan (2019-2022) ini telah menghasilkan luaran produk herbal pelangsing berbasis buah asam gelugur dan rimpang kunci pepet. Ijin edarnya dari BPOM sebagai Obat Tradisional (OT) dengan merk dagang “Prolislim” yang diproduksi oleh mitra industri PT Indofarma Persero Tbk,” ujarnya.

Hasil penelitian ini diperkuat oleh hasil uji pasar I dan II oleh PT Indofarma Tbk. Hasil menunjukkan bahwa setelah tes dilakukan selama satu bulan diperoleh hasil. Yakni ada penurunan lingkar pinggang pada responden perempuan, memiliki nilai yang signifikan dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Tes darah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap responden perempuan dalam beberapa hal yaitu kreatinin, ureum, glukosa, tensi atas dan bawah.

“Secara tradisional, kunci pepet (kaempferia angustifolia Roscoe) telah digunakan oleh masyarakat dan sudah banyak ditanam oleh para petani. Asam gelugur (Garcinia atroviridis) adalah tanaman tropis yang tumbuh menyendiri pada hutan tropis. Tanaman tahunan ini menghasilkan buah yang bisa dipakai sebagai bahan obat pelangsing yang banyak dijumpai di Medan dan Aceh.  Jadi semua tanaman penyusun formula pelangsing adalah tanaman yang mudah diperoleh di Indonesia bahkan merupakan tanaman asli Indonesia. Simplisia kunci pepet mudah diperoleh di penyedia jamu dan di supplier-supplier bahan jamu di Indoneisa, sedangkan simplisia asam gelugur diperoleh langsiung dari Medan tetpi juga sudah dijual di beberapa supplier jamu,” tuturnya.

Baca juga  Tips Upgrade Skill Selama Pandemi Covid-19

Prof Dyah menjelaskan, saat ini sudah dikomersialisasikan produk Prolislim yang bisa dibeli dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan memberi pengaruh signifikan dalam penurunan bobot badan. Target dari penelitian dua tahun ke depan (2022) adalah adanya produk obat herbal pelangsing  terstandar.

Prolislim diharapkan dapat berkontribusi dalam usaha meningkatkan nilai tambah biodiversitas Indonesia menjadi sediaan yang bermanfaat bagi kesehatan juga kecantikan masyarakat Indonesia. Harapan lainnya adalah dengan beredarnya Prolislim ini maka penderita obesitas di Indonesia semakin menurun.

“Hal ini merupakan partisipasi masyarakat Indonesia dalam menyukseskan program pemerintah yaitu Saintifikasi Jamu (pembuktian ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan) yang telah dicanangkan sejak 2010.  Selain itu, dengan membiasakan diri mengkonsumsi obat herbal yang berbasis tanaman obat asli Indonesia dapat meningkatkan meningkatkan posisi tawar Indonesia sebagai penghasil obat herbal di dunia dan meningkatkan nilai tambah tanaman obat Indonesia menjadi produk yang lebih bermanfaat bagi kesehatan manusia. Apalagi produk ini selain untuk kesehatan juga untuk kecantikan jadi bisa mendorong masyarakat menjadi sehat dan cantik,” ujarnya. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *