Regional

Ini Analisa DEEP Terhadap Faktor Penentu Pemenang Pilkada Depok

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Democracy And Electoral Empowerment Patnership (DEEP) Kota Depok memberikan analisa mengenai faktor penentu pemenang Pilkada Kota Depok yang digelar 9 Desember 2020 mendatang. Analisa dibuat oleh Direktur DEEP Indonesia, Yusfitriadi, dilandaskan pada hasil survey pertama.

Survey pertama dengan 582 responden di 11 kecamatan yang dilakukan 15 – 30 September 2020, keluar dengan hasil  di mana pasangan calon Pradi Supriatna – Afifah Alia unggul tipis dari pesaingnya pasangan Muhammad Idris – Imam Budi Hartono.

Pasangan Pradi Supriatna – Afifah Alia dipilih oleh 42,2 % responden, sedangkan pasangan Muhammad Idris – Imam Budi Hartono dipilih oleh 36,4% responden..

Sebanyak 14,4% responden menyatakan tidak tahu memilih pasangan mana, dan 7% menyatakan tidak akan memilih pasangan manapun.

Dalam analisa yang disampaikan kepada BOGOR-KITA.com, Kamis (15/10/2020), Direktur DEEP Indonesia mengatakan, dari hasil survey terlihat bahwa faktor penentu kemenangan Pilkada Depok adalah faktor figur, bukan partai.

Baca juga  Penanganan Covid-19 Semakin Tak Terkendali

“Saya melihat hasil survey ini menegaskan dan memperkuat asumsi dan perspektif publik selama ini. bahwa masyarakat menjadikan figur menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan,” kata Yus, sapaan akrab Yusfitriadi.

Yus kemudian merujuk pada 2 pertanyaan dalam survey yang diisi oleh 582 responden.

Pertama, pertanyaan, Apa alasan anda memilih pasangan calon tertentu?

Prosentase jawaban tertinggi adalah faktor sosok atau figur.

“Prosentasinya 38,03 persen,” kata Yus.

Sedangkan faktor partai politik pengusung pasangan calon, menempati urutan buncit, yakni hanya 10,4 persen.

Hal itu sangat berbanding lurus dengan pertanyaan survey yang kedua, Apa alasan anda tidak akan memilih pasangan manapun?

Jawaban dengan prosentasi tertinggi  adalah faktor pengalaman.

Prosentasinya 28,02 persen.

Adapun yang menempati prosentasi paling buncit adalah faktor yang menjadikan warga Depok tidak memilih adalah karena tidak ada yang cocok, yakni 5,03 persen.

Secara keseluruhan Yusfitriadi menyebut 4 faktor yang menentukan pemenang jika Pilkada Kota Depok dilaksanakan hari ini,

Baca juga  Jakarta PSBB, Yusfitriadi: Antisipasi Dampak Ekonomi dan Penyebaran Virus

Pertama, partai politik pengusung pasangan calon, merupakan faktor penentu terendah bagi masyarakat Kota Depok. Sehingga factor kemenangan kontestasi pada Pilkada Kota Depok tidak diukur oleh seberapa banyak partai politik pengusung pasangan calon.

Kedua, faktor pengalaman calon, juga menjadi faktor dominan masyarakat Kota Depok untuk tidak menentukan pilihan pada Pilkada 2020.

Sangat bisa jadi hal ini merupakan cermin penilaian warga Kota Depok terhadap rekam jejak pemimpin, di mana selama memimpin Kota Depok mungkin dinilai tidak banyak menjalankan program yang tepat sasaran dan juga tidak menepati janji kampanye.  Atau mungkin karena masyarakat Depok merasa hanya dijadikan objek politik.

Ketiga, lemahnya pertarungan gagasan dalam tahapan kampanye Pilkada Kota Depok yang terus berlangsung sampai hari ini. Faktor ini hanya menempati urutan ke 4 dengan 13,01 persen. Mungkin saja ada sejumlah gagasan dimunculkan oleh masing-masing pasangan calon, namun dinilai tidak terlalu menarik.

Baca juga  Yusfitriadi Ajak Perusahaan di Kabupaten Bogor Ikut Melawan Covid-19

Keempat, masyarakat Kota Depok yang mengatakan tidak memilih pasangan calon manapun, karena tidak tahu apapun tentang figur calon. Masyarakat ini tipikal masyarakat parokial, yang  orientasi terhadap politik mendekati nol atau tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap politik.

“Tentu hasil survey pertama tersebut, adalah hasil dari tanggal 15-30 September 2020, sehingga masih sangat dinamis, karena tahapan kampanye masih sangat panjang sampai 3 hari menjelang hari pungut hitung.

Justru hasil survey ini diharapkan menjadi warning dan rujukan bagi pasangan calon dan tim kampanye dalam meraih simpati dan mempengaruhi pemilih melalui praktek-praktek kampanye yang sehat dan mencerdaskan,” kata Yus.

Yus menginformasikan, dalam waktu dekat, DEEP akan  kembali melakukan survey, tentu saja dengan content isu yang disesuaikan dengan tahapan dan dialektika politik yang berkembang di Kota Depok saat ini. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!