Pengamat sosial politik Bogor Yusfitriadi

Refleksi HUT RI ke-75: Kuatkan Koperasi dan UMKM

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Memperkuat koperasi dan UMKM. Ini adalah salah satu yang harus menjadi perhatian pemerintah untuk diperkuat dalam kebijakan pemerintah ke depan. Penguatan UMKM dan koperasi patut dijadikan kado HUT Kemerdekaan RI ke-75. “UMKM dan koperasi harus diperkuat karena di masa pendemi ini, terbukti menjadi unsur yang sangat penting dalam perekoniomian bangsa dan negara,” kata pengamat sosial politik Yusfitriadi kepada BOGOR-KITA.com sebagai refleksi HUT kemerdekaan RI ke-75 di masa pendemi, Rabu (12/8/2020).

Yus, sapaan akrab Yusfitriadi, mengatakan kemerdekaan yang diperjuangkan dan direbut dari para penjajah republik ini oleh para pejuang merupakan anugrah yang maha dahsyat. Dengan kemerdekaan, lahirlah kedaulatan negera Indonesia yang terbebas dari penjajahan negara lain.

Tentu kemerdekaan tersebut harus disyukuri oleh seluruh elemen anak anak bangsa ini. Implementasi bentuk syukur dalam konteks hari ini adalah dengan membebaskan diri kita dan bangsa ini dari semua hal yang membelenggu.

Dalam konteks pandemi ini, kita harus memahami bahwa segala macam musibah ini adalah sebuah proses dari perjalanan sebuah bangsa yang harus dilalui dan harus dihadapi bukan diratapi.

Baca juga  Urgensi Undang-undang Keamanan Laut

Sudah dipastikan pandemi ini dirasakan berimplikasinya pada semua aktifitas berbangsa dan bernegara dalam semua aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, ekonomi, sosial, pendidikan bahkan budaya. Sehingga dalam konteks pandemi ini, kita harus membebaskan dari belenggu kesehatan, keamanan, pendidikan, sosial, ekonomi dan budaya. Tentu sesuai dengan kapasitas kita masing-masing sebagai anak bangsa.

Kemerosotan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi covid-19 ini, sudah hampir melewati kuartal, artinya kalau saja masuk ke dalam 2 kuartal, maka indonesia akan masuk ke jurang resesi ekonomi.

“Maka inilah yang harus diperjuangkan dan dilawan agar bangsa ini tidak terjerumus ke dalam jurang resesi ekonomi yang lebih dalam,” kata Yus.

Yus menyebut empat hal yang harus diperjuangkan.

Pertama, menangani covid-19 ini secara terbuka dan transparan. Jangan sampai justru kondisi covid-19 ini dijadikan kesempatan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menjerumuskan bangsa ini melalui penyimpangan dan penyalahgunaan dana covid- 19 untuk keuntungan pribadi.

Kedua, niat baik pemerintah melalui bantuan sosial. Perintah, baik pusat, propinsi maupun kabupaten/kota sudah memiliki niat baik untuk menangani dan mengelola masyarakat yang secara ekonomi terdampak. Namun sering kali berbagai bantuan ini mengalami berbagai masalah terutama penyimpangan pengelolaanya.

Baca juga  Rektor IPB Positif, Perlu Evaluasi Tata Kelola Penanganan Covid-19

Ketiga, kemandirian anak bangsa. Bantuan-bantuan bantuan yang diberikan oleh pemerintah seharusnya diorientasikan untuk kemandirian anak bangsa, baik itu kemandirian pangan dan kemandirian wirausaha untuk mewujudkan kemandirian ekonomi setiap anak bangsa. Sehingga dengan orientasi kemandirian tersebut secara bertahap akan meningkatkan daya beli masyarakat dan indonesia terhindar dari resesi.

Keempat, penguatan Koperasi dan UMKM. Salah satu usaha dalam menguatkan ekonomi kerakyatan dan keumatan adalah dengan menguatkan koperasi dan UMKM. Sehingga diharapkan pemerintah mempunyai peta yang akurat tentang Koperasi dan UMKM untuk dikuatkan. Jangan sampai corporate besar dibantu dan disuport besar-besaran sementara koperasi dan UMKM tidak mendapatkan porsi yang seimbang dalam penguatannya.

“Sehingga dengan berbagai skema dibatas, maka bangsa dan seluruh rakyatnya akan berusaha untuk keluar dari belenggu ekonomi yang saat ini menjerat bangsa ini,” tutup Yus. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


One thought on “Refleksi HUT RI ke-75: Kuatkan Koperasi dan UMKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *