Kab. Bogor

Jangan Sampai Sia-sia

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Secara nasional, dalam dua hari ini sejak Kamis 16 April 2020, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh melebihi total pasien meninggal. Ini tentu kabar menggembirakan.

Data per hari ini, Jumat 17 April 2020, pasien sembuh sudah mencapai 607 orang dan pasien meninggal 520. Kendati demikian angka positif masih terus bertambah. Ada 407 kasus baru, sehingga total ada 5.923 kasus positif COVID-19 secara nasional.

Sementara di Kabupaten Bogor, jumlah positif terinfeksi virus corona hingga Jumat 17 April 2020 sebanyak 56 pasien. Empat di antaranya sudah sembuh, dan lima meninggal dunia.

Di samping itu Tim Gugus Tugas covid-19 Kabupaten Bogor juga mencatat ada sebanyak 982 orang dalam pemantauan (ODP). Sebanyak 558 di antaranya sudah selesai dipantau, 599 pasien dalam pengawasan (PDP), 181 di antaranya sudah selesai diawasi.

Baca juga  Trump-Jokowi Komunikasi Telepon Bahas Covid-19

Dari 181 PDP yang sudah selesai diawasi, ada sebanyak 15 pasien yang meninggal sebelum dinyatakan positif ataupun negatif Covid-19 melalui hasil swab.

Karena tambahan kasus positif harian (daily cases) masih mengalami trend peningkatan, maka kasus aktif (active cases) pun masih terus meningkat dan tampaknya masih jauh untuk mencapai titik puncak.

Jika kita mampu menekan jumlah kasus positif baru, mempercepat penyembuhan, dan menekan kematian, maka puncak kurva bisa lebih cepat seperti yang telah dialami Iran. Sementara Jerman, Swiss, Korea Selatan, dan China telah melampaui fase ini lebih awal.

Walapun jumlah kasus di Indonesia relatif sedikit, di urutan ke-37, namun tingkat kematian (case fatality rate/CFR) tergolong tinggi, yaitu 9,0 persen. Di antara negara dengan penduduk di atas 10 juta, CFR Indonesia berada di urutan ke-13 di dunia dan tertinggi di Asia.

Baca juga  Ini 4 Catatan Yusfitriadi pada HJB ke-539

Jumlah kasus yang relatif rendah dengan tingkat kematian yang relatif tinggi di Indonesia boleh jadi karena jumlah test sangat rendah. Baru dilakukan 30.000 test sejauh ini atau hanya 132 test per satu juta penduduk. Di Malaysia sudah 87,183 test atau 2.694 test per sejuta penduduk. Vietnam telah melakukan 135.938 test atau 1.398 per satu juta penduduk.

Oleh sebab itu, setiap celah yang bisa mengakibatkan lonjakan dan pemburukan patut kita tutup rapat-rapat. Kendati dengan sumber daya yang terbatas.

Khusus di Kabupaten Bogor, saya meminta kewenangan penuh untuk melakukan langkah-langkah selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebab, pemerintah daerah masih kesulitan melakukan pembatasan yang lebih ketat karena terbentur aturan di pusat.

Baca juga  Meski Gaji Belum Cair, Guru Honorer di Kota Bogor Datangi Rumah Muridnya Berbagi Sembako

Sebagai contoh, Pemkab Bogor tidak bisa blokir sebagian jalan untuk menyeleksi siapa yang boleh masuk atau tidak ke Kabupaten Bogor.

Padahal justru sangatlah penting. Ini guna menekan angka penularan karena selama ini penerapan PSBB hanya sebatas pembatasan physical distansing dan sosialisasi.

Sementara, kalau semua bisa masuk apalagi dengan tujuan yang tidak jelas, kecil kemungkinan bisa meminimalisir penyebaran Covid-19.

Selain itu, Pemkab Bogor juga sudah mempersiapkan risiko dan biaya sebelum memutuskan PSBB. Termasuk di antaranya jaring pengaman sosial untuk warga tidak mampu. Jangan sampai apa yang kami siapkan ini menjadi sia-sia.

[] Ade Yasin adalah Bupati Bogor 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top