Hukum dan Politik

Gregorius Djako: Ketidakharmonisan Pemkot dan DPRD Karena Bima dan Untung Beda Gaya

Gregorius Djako

BOGOR-KITA.com – Ketidakharmonisan hubungan Pemkot Bogor dengan DPRD lebih karena Walikota Bima Arya Sugiarto dan Ketua DPRD Untung Maryono, memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Hal ini dikemukakan praktisi hukum Gregorius Djako akrab disapa Greeg, menanggapi pernyataan Ketua LSM Lekat, Abdul Fatah yang diberitakan BOGOR-KITA.com, Selasa (24/2/2015).

Pernyataan Abdul fatah dikemukakan terkait memanasnya hubungan antara Pemkot Bogor dengan DPRD. Seperti diketahui, DPRD Kota Bogor mengancam menggunakan hak interpelasi terkait kasus pembelian lahan Pasar Jambu Dua.

Dalam pernyataannya, Abdul Fatah mengemukakan Ketidakharmonisan hubungan Pemkot dengan DPRD Kota Bogor lebih disebabkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor yang kurang piawai mengelola organisasi pemkot baik ke dalam maupun keluar. Itu yang menyebabkan munculnya kesan tidak sejalannya pemikiran antara walikota dengan birokrasi. Itu pula yang diduga yang menyebabkan panasnya hubungan antara Pemkot dengan DPRD Kota Bogor. Sekarang ini terkesan tidak jelas kemana arah komunikasi atau manajemen organisasinya. Akibatnyanya, banyak kebijakan pemkot yang tidak terkomunikasikan secara tepat.  “Kerena itu, walikota dan wakil walikota harus mengevaluasi sekda. Kalau dibiarkan, jangan harap ada harmonisasi di internal Pemkot Bogor. Kota Bogor harus memiliki sekda yang cerdas dan lihai mengelola birokrasi dan komunikasi ke dalam maupun keluar,” kata Direktur LSM Pekat, Abdul Fatah.

Baca juga  Pemkot Bogor Tingkatkan Predikat Kota Layak Anak

Kepada BOGOR-KITA.com, di Bogor, Rabu (25/2/2015), Gregg Djako menyatakan, menolak pendapat Abdul Fatah. “Kesalahannya bukan pada Sekda Ade Sarip Hidayat. Meletakkan titik masalah pada diri Sekda sama saja menutupi pokok persoalan. Sekda itu hanya berfungsi manajerial, menjalankan perintah atasan,” kata Greeg Djako yang juga aktivis Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Bogor Raya (LBH KBR).

Dalam pandangan pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, ketidakharmonisan hubungan Pemkot dengan DPRD lebih karena gaya kepemimpinan Ketua DPRD Untung Maryono yang merakyat yang berbeda dengan gaya kepemimpinan Walikota Bima Arya yang cenderung elitis. “Masalahnya karena beda gaya saja. Untung Maryono lebih informal, sementra Bima cenderung formalistik,” kata Gregg.

Baca juga  Bima Arya Puji Kontribusi Yonif 315/Garuda dalam Pembangunan di Kota Bogor

Karena itu, menurut Gregg, ketidakharmonisan yang terjadi sekarang ini tidak sulit dicairkan. Kuncinya, Bima harus memahami gaya Ketua DPR Untung Maryono, demikian sebaliknya. Peran Wakil Walikota Usmar Hariman menjadi penting, karena para senior di DPRD Kota Bogor adalah mantan kolega Usmar. “Usmar tinggal menjembatani dan mengubah suasana disharmoni menjadi harmonis,” tutup Greeg. [] Boy

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top