Laporan Utama

Dua Kelompok Buruh Terlibat Bentrok di Jalan Tegar Beriman

BOGOR-KITA.com – Tiga hari berturut-turut, Selasa-Kamis (4-6/11), ribuan buruh mengontrog Komplek Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor, Cibinong menuntut kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tahun 2015 sebesar 30 persen, dari Rp2.242.240 menjadi Rp3.750.000. Buruh meminta kenaikan upah sesuai komponen hidup layak (KLH) 2015 yang juga meningkat. Secara spesifik kenaikan itu dikatakan, antara lain untuk buruh wanita perlu tambahan upah untuk keperluan kosmetik dan rias diri ke salon. Sedangkan buruh pria tambahan anggaran sebesar Rp300.000 setiap bulan untuk nonton bioskop.

 

Menggunakan motor dan beberapa kendaraan bak terbuka, para buruh berorasi di gerbang depan Komplek Perkantoran Tegar Beriman,Cibinong. “Angka 30 persen  merupakan perhitungan dari hasil survey pasar yang sudah kami lakukan di sejumlah pasar di Kabupaten Bogor,”  kata salah seorang orator dari atas mobil bak terbuka.

Baca juga  Ade Yasin: Pemkab Bogor Terus Kembangkan BUMDes

Sambil bercanda, sang orator mengatakan, dengan angka upah yang diterima para buruh kini, tak ada harapan bagi mereka untuk bisa pergi haji. “Gimana kita mau naik haji,” paparnya lagi.

Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya, dalam unjuk rasa kali ini, buruh dari perusahaan garmen dan Presidium Serikat Pekerja yang merupakan gabungan dari 16 serikat buruh, sempat bentrok gara-gara saling ejek.

Buruh garmen bergerak menuju Gedung DPRD sedangkan buruh dari presidium atau industri metal mengarah ke Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kedua gelombang massa buruh ini berebut masuk kedalam komplek perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Petugas polisi sempat mengarahkan agar kedua kelompok buruh masuk secara bergantian, dan mempersilakan buruh garmen masuk terlebih dahulu.
Saat akan masuk, kedua kelompok terlibat saling ejek, hingga mengundang emosi buruh yang lainnya. Aksi dorong pun tidak terelakkan, sehingga kedua kelompom buruh terlibat bentrok.

Baca juga  Kerjasama Pemkab Bogor - IPB University: Kembangkan  Smart City dan Smart Village

Bentrok antarburuh sempat membuat situasi mencekam, terlebih pada saat bersamaan sedang berlangsung kegiatan manasik haji murid taman kanak-kanak di Lapangan Tegar Beriman.

Beruntung petugas kepolisian bergerak cepat melerai kedua kubu. Namun aksi lanjutan kembali terjadi di depan gerbang Lapangan Tegar Beriman. Sampai akhirnya Kapolres Bogor AKBP Sonny Mulvianto Utomo, Wakapolres Kompol Zulkarnaen turun langsung ke lapangan dan berhasil melerai bentrok.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno, usai menerima para buruh berjanji akan mengkaji hasil keputusan dewan pegupahan terkait UMK.  “Bukan membuat perda baru, tapi mengevaluasi perda lama tentang dewan pengupahan. Kita ingin kepentingan buruh juga terakomodasi,” kata  Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor ini.

Baca juga  Buta Aksara di Kabupaten Bogor Tinggal 3%, Pemkab Bogor Terima Penghargaan

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor, Nuradi, mengatakan, Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) saat ini sedang akan melakukan tabulasi mengenai penetapan UMK sesuai tuntutan buruh. “Kita sudah lakukan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di pasar dan perusahaan. Kita harus lakukan tabulasi dulu baru nanti ditetapkan UMK-nya,” ujar Nuradi seraya menyebut pasar yang dijadikan lokasi survey, yakni Pasar Cileungsi, Cibinong, Cisarua dan Leuwiliang. Sementara jumlah perusahaan yang disurvei mencapai 20 perusahaan.

Nuradi juga belum dapat memprediksi kenaikan UMK 2015 mendatang. Ia meminta para buruh bisa bersabar menunggu hasil DPK yang terdiri dari perwakilan pekerja, perusahaan dan pemerintah.[] Harian PAKAR/Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top