Kota Bogor

DPS Prihatin Masih Ada Kasus Pencabulan dan Kekerasan Terhadap Anak di Kota Bogor

Devie Prihartini Sultani

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Devie Prihartini Sultani mengutuk keras aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur dan kekerasan terhadap anak tiri yang terjadi di Kota Bogor belum lama ini.

Aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur itu dilakukan oleh AS (46) di pinggir Sungai Cisadane sedangkan perbuatan kekerasan terhadap anaknya dilakukan oleh AFDS (36) di Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara.

“Prihatin sekali dengan kejadian seperti ini, yang mana Kota Bogor mempunyai tagline Kota Ramah Anak. Saya berharap pihak berwajib menghukum seberat-beratnya pelaku, karena ini berdampak pada psikis anak tersebut ketika dewasa nanti,” ucap wanita yang akrab disapa DPS ini kepada BOGOR-KITA.com, Selasa (23/3/2021).

Baca juga  RDP, DPRD Kota Bogor Matangkan Raperda Penyimpangan Perilaku Seksual

Selain psikis, lanjut politisi Nasdem ini, anak korban pencabulan dan kekerasan itu mungkin juga merasakan trauma, sehingga nantinya bisa berakibat anak tersebut melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

DPS juga mengimbau agar orang tua waspada dan selalu menjaga anak-anaknya meski dengan tetangga maupun orang dekat sekalipun. Selain itu, harus ada konseling trauma healling terhadap korban, agar pertumbuhannya bisa kembali normal seperti anak-anak lain.

“Jangan sampai ada korban-korban lain berjatuhan. Itu tindakan sangat biadab, kalau perlu hukum kebiri saja karena sudah merusak masa depan anak bangsa yang masih panjang perjalanan hidupnya dan mempunyai harapan besar ke depan,” katanya.

Selain itu, lanjut DPS, penyiksaan terhadap anak-anak itu perbuatan yang tidak berperikemanusiaan. Bahkan tersangka sudah lama  melakukan terhadap anaknya tersebut, namun disayangkan sang ibu tidak melapor ke pihak berwajib dengan segera, sehingga kejadian kekerasan itu terus berulang.

Baca juga  Sodomi 4 Bocah, Warga Ciater Dibekuk Polisi

“Dimana peran pemerintah dalam keadaan seperti ini?, bagaiman dengan tagline Kota Ramah Anak?, apakah sudah pantaskah?, dimana yang disebut Kampung Keluarga Bahagia?. Saya meminta kepada DP3A melihat dan melakukan daya upaya untuk mewujudkan Kota Ramah Anak. Berikan sosialisasi kepada warga masyarakat tentang apa itu keluarga bahagia,” paparnya.

Dengan demikian, tambah DPS, dirinya meminta kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) agar turun tangan memberi bantuan moril khususnya kepada korban dan orang tua korban dengan menggandeng KPAI di Kota Bogor (KPAD).

“Kepada pihak berwajib agar mengawal kasus ini jangan sampai pelaku bisa berkeliaran dengan bebas dan mencari korban-korban lain,” tutupnya. [] Ricky

Baca juga  DPS Bakal Terus Perjuangkan Aspirasi Warga di Bidang Pendidikan dan Kesehatan
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top