Bupati Purwakarta Ajak Aktivis Bogor Inisiasi Gerakan Sunda Toleran

BOGOR-KITA.com – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengajak aktivis Bogor menginisiasi Gerakan Sunda Toleran. Ajakan ini disampaikan Dedi Mulyadi, akrab disapa Kang Dedi saat menerima aktivis Bogor yang tergabung dalam Aliansi Nasionalis Gerakan Toleransi Bogor di rumah dinas Bupati Purwakarta, Rabu (16/12/2015) petang.

Aktivis Bogor yang ikut dalam pertemuan antara lain, Wahyu Mulyana, Abdul Fatah, Hasbullah, Kemal Salim, Sony, Sekar, Desta dan semua elemen mahasiswa dan aktivis yang berjumlah 24 orang

“Bogor itu pusarnya toleran, makanya gerakan toleransi harus muncul dari Bogor. Ikatkan kembali toleransi seperti apa yang dilakukan pada zaman Prabu Siliwangi,” tegas Dedi seraya menambahkan, Bogor memiliki sisi spritual, sejarah dan Bogor merupakan puser. “Bogor itu luar biasa dan kita akan memiliki perasaan yang beda saat masuk ke Bogor. Apalagi kalo Bogor dimuliakan dengan arsitekturnya diperbaiki, pohon-pohonnya dijaga,” ujar Dedi.

Dalam kesempatan itu, Dedi sekaligus melakukan introspeksi. “Kenapa sih orang Sunda tertinggal?” katanya mempertanyakan. Dedi kemudian menjawab sendiri, “Karena kita urang Sunda durhaka ke karuhun, ngaku sebagai urang sunda juga tak mau,” kata Dedi.

Bupati Purwakarta ini yakin, sebagai orang Sunda, jika ingat ke karuhun, akan kembali menemukan jati diri. [] Boy



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *