Properti

Bogor Mewarisi Kota Istana Buah Gagasan Gustaaf Willem van Imhoff

Gustaaf Willem van Imhoff, Pendiri Istana Bogor dan Cipanas 

BOGOR-KITA.com – Jauh sebelum Jakarta diberitakan akan tenggelam dalam 15 tahun ke depan, orang sudah berbondong-bondong datang dan menetap di Bogor. Puluhan atau ratusan perumahan kini berdiri di kota yang pernah menjadi kota terbesar kedua di Indonesia setelah Demak.

Bogor memiliki takdir sebagai kota istana. Raja-raja zaman dahulu mendirikan istana di Bogor seperti istana Kerajaan Pajajaran. Ketika runtuh menjadi puing, muncul lagi istana yang sekarang dikenal dengan Istana Bogor. Gagasan pendirian Istana Bogor menarik. Di lokasi Istana Bogor sekarang, mula-mula dibangun sebuah bangunan sederhana oleh van Imhoff yang dimaksudkan sebagai tempat singgah beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan dari Benteng Batavia ke Istana Cipanas. Jadi tujuan utama pendirian Istana Bogor adalah  sebagai tampat singgah untuk melanjutkan perjalanan ke Istana Cipanas.

Baca juga  PKL dan Parkir Liar Muncul Lagi di Mayor Oking

Dengan demikian, Istana Cipanas lebih utama ketimabgn Istana Bogor. Walaupun, sekarang, keutamaan Istana  Cipanas sekarang nyaris kalah disbanding keutamaan Istana Bogor. Mungkin karena Istana Bogor lebih banyak digunakan untuk berbagai pertemuan penting.

Mengapa dulu van Imhof lebih mengutamakan Istana Cipanas? Ini terkait dengan selera pribadi yang bersangkutan. Van Imhoff adalah kaum elite terpelajar di Eropa Barat abad ke-18 yang setia pada faham romantisme ajaran Rosseau. Ajaran ini menganjurkan manusia kembali kepada alam dan peradaban dianggap sebagai "racun” bagi kemurnian manusia.

Mode kaum cendekiawan Eropa Barat waktu itu adalah mencari tempat-tempat yang sepi, hening. Mencari daerah yang kalau mungkin belum dijamah oleh tangan peradaban sehingga dapat digunakan sebagai tempat persembunyian di mana kesibukan tidak mungkin mengejarnya. Dengan penuh kerinduan mereka mengakrabi dan menggumuli keprawanan alam, dengan demikian mereka menikmati kehadiran dirinya sebagai bagian dari alam itu.

Baca juga  Wabup Tegaskan Tak Akan Larang Plat B Masuk Tegar Beriman

Thumbnail

Istana Cipanas

Mode para pencari kewajaran alami ini adalah membangun vila sederhana yang mungil dan serasi dengan alam sekitarnya. Tempat-tempat seperti ini dinamakan sans-souci, (bahasa Perancis) yang berarti “tanpa kesibukan” atau “tanpa urusan”. Orang-orang Belanda menerjemahkan nama tersebut ke dalam bahasa mereka menjadi buitenzorg

Karena itu pula bangunan sederhana yang didirikan van Imhoff pada lokasi Istana Bogor yang sekarang diberinya nama Buitenzorg mengikuti mode yang sedang berkembang di negaranya..

Gagasan Van Imhoff hidup sampai sekarang. Puluhan bahkan ratusan pengembang membangun perumahan di Bogor, seolah-olah mengajak warga Jakarta menjauhi kepenatan yang terjadi di Jakarta dan menyepi mencari ketengan di Bogor. [] Barus /Admin

Baca juga  Kejuaraan Taekwondo Piala Bupati Bogor Diikuti 260 Atlet
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top